InspirasI

Kamis, 27 Juli 2017

KEJUJURAN

                   Dr. Arun Gandhi, cucu mendiang Mahatma Gandhi bercerita, pada masa kecil ia pernah berbohong kepada ayahnya. Saat itu ia terlambat menjemput ayahnya dengan alasan mobilnya belum selesai diperbaiki, padahal sesungguhnya mobil telah selesai diperbaiki hanya saja ia terlalu asyik menonton bioskop shg lupa akan janjinya.
Tanpa sepengetahuannya, sang ayah sudah menelpon bengkel lebih dulu sehingga sang ayah tahu ia berbohong.
              Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap Arun sang ayah berkata : "Arun, sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu, sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan di mana letak kesalahan nya"
Dr. Arun berkata: Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut. Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun.
            Seandainya saja saat itu ayah menghukum saya, mungkin saya akan menderita atas hukuman itu, dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya.Tapi dengan tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah,meski tanpa kekerasan, justeru memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah diri saya sepenuhnya.
Para orangtua, mari kita membiasakan diri untuk selalu bertanya,"Apa yang salah dari saya, mengapa anak saya bisa seperti itu ....??
            Kadangkala kita menuntut anak kita untuk jadi anak yang sholeh,sopan santun,berbudi luhur dan pintar. Tapi pernahkah kita mengajarkan sendiri dan memberi contoh?
          Karena kebanyakan dari kita terlalu sibuk bekerja dan berdalih toh apa yg kita lakukan ini demi anak2 dan keluarga.

Selasa, 25 Juli 2017

SUAMI YANG MENCIUM BAU SURGA


Assalamu’alaikum    wr. wb
Saya terima nikahnya.... binti.... dengan mas kawin......di bayar tunai....”.Singkat, padat dan jelas.
Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar” tersebut?Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat?
Yang tersirat ialah :Artinya: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya
Dosa apa saja yang telah dia lakukan.Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat.Semua yang berhubungan dgn si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung.
Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.juga sadar,sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab,maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam..
dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku.
Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapa isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala ".Jika aku GAGAL (si Suami) ?”Maka aku adalah suami yang fasik,ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.
(HR. Muslim)

Duhai para istri...Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu.
Karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjianyang dibuat olehnya di depan ALLAH,dengan disaksikan para malaikat dan manusia.
Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu,maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu...
Semoga... ini untuk pengalaman yg sudah nikah maupun yg belum...
Subhanallah..
beratnya beban yang di tanggung suami.Bukankah untuk meringankan tanggung jawabnya itu berarti seorang istri harus patuh kepada suami,menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya? Juga mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.
Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah,mawaddah,dan warahmah.
Aamin Yaa Rabbal'alaminn...Sahabat semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan kesehatan,kebahagiaan,keselamatan dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya..
"Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabat Kami, Berikanlah Kami pasangan yang setia,mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Kelak masukkanlah Kami disurga yang terindah.."Aamiin Ya Robbal Alamin
Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)
Subhanallah
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari. Aamiin  ...

AHLI  IBADAH

Alkisah ada ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yg kuat sekali tahajudnya. Hampir ber-tahun2 dia tidak pernah absen melakukan sholat tahajud.  Pada suatu ketika saat hendak mengambil wudhu untuk sholat tahajud, Abu dikagetkan oleh keberadaan sesosok makhluk yg duduk di bibir sumurnya.
Abu bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah Engkau ?”. 
Sambil tersenyum, sosok itu berkata; “Aku Malaikat utusan Allah”
Abu Bin Hazim kaget sekaligus bangga karena kedatangan tamu malaikat mulia.
Dia lalu bertanya, “Apa yg sedang kamu lakukan di sini ?”
Malaikat itu menjawab, “Aku disuruh mencari hamba pencinta Allah”
Melihat Malaikat itu memegang kitab tebal, Abu lalu bertanya; “Wahai Malaikat, buku apakah yg kau bawa ?” Malaikat menjawab; “Ini adalah kumpulan nama hamba-hamba pencinta Allah.”
Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dlm hati namanya ada disitu. Maka ditanyalah Malaikat itu. “Wahai Malaikat, adakah namaku disitu ?”
Abu berasumsi bahwa namanya ada di buku itu, mengingat amalan ibadahnya yg tidak kenal putusnya. Selalu mengerjakan sholat tahajud setiap malam, berdo’a dan bermunajat kepada Allâh SWT di sepertiga malam.
“Baiklah, aku buka,” kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya. Dan ternyata Malaikat itu tidak menemukan nama Abu di dalamnya. Abu bin Hazim tidak percaya dan meminta Malaikat mencarinya sekali lagi...
“Betul … namamu tidak ada di dalam buku ini !” kata Malaikat.
Abu bin Hazim pun gemetar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat. Dia menangis se-jadi-jadinya. “Rugi sekali diriku yg selalu tegak berdiri di setiap malam dalam tahajud dan bermunajat … tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba pecinta Allah,” ratapnya.
Melihat itu, Malaikat berkata, “Wahai Abu bin Hasyim ! Bukan aku tidak tahu engkau bangun setiap malam ketika yang lain tidur … mengambil air wudhu dan kedinginan pada saat orang lain terlelap dalam buaian malam. Tapi tanganku dilarang Allâh menulis namamu.”
“Apakah gerangan yang menjadi penyebabnya ?” tanya Abu bin Hasyim. 
“Engkau memang bermunajat kepada Allâh swt, tapi engkau pamerkan dengan rasa bangga kemana-mana dan asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Di kanan kirimu ada orang sakit atau lapar, tidak engkau tengok dan beri makan. Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Allah kalau engkau sendiri tidak pernah mencintai hamba-hamba yg diciptakan Allâh ?” kata Malaikat itu.
Abu bin Hasyim seperti disambar petir di siang bolong. Dia tersadar hubungan ibadah manusia tidaklah hanya kpd Allâh semata (hablummin Allâh), tetapi juga ke sesama manusia (hablumminannâs) dan alam.
→ JANGAN BANGGA DENGAN BANYAK SHALAT, PUASA DAN ZIKIR KARENA ITU SEMUA BELUM MEMBUAT ALLAH  SENANG.
→ MAU TAHU APA YANG MEMBUAT ALLAH  SENANG ?
Nabi Musa : Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang ?
Allah : SHOLAT ? Sholat mu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.
DZIKIR ? Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri, membuat hatimu menjadi tenang.
PUASA ? Puasamu itu untukmu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri.
Nabi Musa : Lalu apa  yang membuat hatiMu senang Ya Allah ?
Allah : SEDEKAH, INFAQ, ZAKAT serta PERBUATAN BAIKmu.
Itulah yang membuat AKU senang, karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, AKU hadir disampingnya. — Dan AKU akan mengganti dengan ganjaran 700 kali. (Al-Baqarah 261-262)
→ Nah, bila kamu sibuk dengan ibadah ritual dan bangga akan itu... maka itu tandanya kamu hanya mencintai dirimu sendiri, bukan Allah.
→ Tapi, bila kamu berbuat baik dan berkorban untuk orang lain... maka itu tandanya kamu mencintai Allah dan tentu Allah senang karenanya.
→ Buatlah Allah senang maka Allah akan limpahkan rahmat-Nya dengan membuat hidupmu lapang  dan bahagia.
“Sekalipun kamu belajar selama 100 tahun dan mengumpulkan 1000 kitab, kamu tidak akan mendapatkan rahmat Allah tanpa beramal :
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm [53] : 39)
“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Kahfi [18] : 110)
*(Kitab Mukasyafatul Qulub  Karya Imam Al Ghazali)*  
              
Semoga kita dapat memetik hikmahnya. Aamiin...

•DOA UNTUK PALESTINA•

Mari doakan Palestina, Masjid Al Aqsha, dan umat Islam yang sedang ditindas di Tanah Al Quds
Allahummanshur ikhwaanana fi filistin ..
Allahummanshur ikhwaananal mazhlumiin fil Aqsha ..
Allahumma anzilhum nashran 'aziiza wa 'anzilhum fat-han qariiba wa anta khairul faatihin ..
Allahumma dammir a'daa-aka wa a'daa addiin
Wa dammir juyuusyal kaafiriin ..
Wa dammir juyuusyas shahyuuniy ..
Wa syattit ramyahum wa zalzil nufuusahum wa zalzil aqdaamahum Wa farriq jam'ahum ...
Yaa Allah kirimkanlah tentara mu baik yg ada d langit maupun yg ada d bumi utk meluluhlantakkan zionis Israel yg bermaksud mnguasai Masjidil Aqsho sbgaimana Engkau telah mengutus burung Ababil utk meluluhlantakkan pasukan bergajah Raja Abrohah yg brmaksud menghncurkan Ka'bah d Masjidil Harom..robbanaa taqobbal du'aa, aamiin yaa robbal'alamiin..

Senin, 24 Juli 2017

Kisah seorang kakek bersama
 kedua cucunya & seekor keledai.

Kakek menasehati kedua cucunya : “Tidak ada yang baik dimata orang lain. Kebanyakan orang hanya melihat sisi buruk dari orang lain”
Cucu : Saya belum mengerti Kek?
Kakek : “Tuntun keledaimu, kita berjalan ke kampung itu."
Kemudian ada orang melihat mereka dan tertawa, “Kalian berjalan membawa keledai? Mengapa tak menungganginya? Kalian benar-benar bodoh!”
Kakek : “Kalian dengar?
Sekarang aku naik keledai dan kalian tetap berjalan.”
Maka Kakek tua itu naik ke punggung keledai, dan kedua cucunya berjalan mengikuti di belakangnya. Tak berapa jauh mereka berjumpa lagi dengan seorang penduduk kampung. Begitu melihat Kakek tua itu menunggang keledai ia berseru kepadanya, “Hey Orang Tua, tidak kasihan kamu dengan cucumu? Kamu menunggang keledai dan membiarkan cucumu berjalan kaki di belakangmu.”
Kakek berbisik pada cucunya : “Kalian dengar lagi? “Sekarang kalian saja yang naik keledainya, biar Kakek yang jalan kaki sambil menuntun.”
Kakek Tua itu segera melompat turun dari punggung si keledai lalu kedua cucunya naik.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga mereka melihat seorang lelaki sedang bekerja di ladang yang berteriak: “Oi.. oi, dasar kamu anak-anak kurang ajar. Kalian menunggang keledai dengan enaknya dan membiarkan orang tua ini berjalan kaki.”
Kakek : “Sekarang kita bertiga naik keledai”
Segera mereka bertiga menunggangi keledai itu dan bertemu seorang pejalan kaki yang berteriak “Apa Kalian gila? Masa keledai kurus dan kecil ini kalian tunggangi bertiga? Nanti keledai ini bisa mati kecapaian. Orang macam apa kalian??”
Kakek : “Sekarang bagaimana kalau kita yang memanggul keledai itu.”
Dalam perjalanan mereka bertiga basah kuyup oleh keringat. Ketika sekelompok orang melihat bagaimana kedua Kakek dan cucu ini membawa keledai itu, mereka semua tertawa terbahak-bahak. “Hahaha…., cepat sini ….lihat ini, ketiga orang ini tidak menunggangi keledainya, tapi justru keledainya yang menunggangi mereka. Baru kali ini kulihat ada orang yang begitu bodoh.. Ha, ha, ha…..
Kakek : Kamu mengerti sekarang cucuku?

CIRI ORANG YANG BAIK


1. Orang Baik cenderung LEBIH BANYAK TERSENYUM. Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah.
2. Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati & dengki jarang menghinggapi orang baik.
Orang Baik akan selalu MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman.
3. Orang Baik biasanya lebih sering MENYAPA DULUAN. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dari rasa menjadi orang penting, ingin dicari dan dibutuhkan. Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.
4. Orang Baik TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk (kekurangan) dirinya.
5. Orang Baik selalu PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI. Mereka terlihat sangat sabar & toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri.
6. Orang Baik akan bercerita atau MEMBAGIKAN HAL-HAL YANG BERMANFAAT dengan tujuan memberi tahu. Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yang benar.
7. Orang Baik selalu menghafal 3 kata sakti.
Yaitu MAAF, TOLONG, dan TERIMA KASIH.
8. Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa bersalah, mereka tidak akan segan-segan untuk MEMINTA MAAF DAN MEMPERBAIKI KESALAHAN. Berbeda dengan orang jahat yang memiliki gengsi tinggi & menganggap dirinya selalu benar. Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsi. Ada saja alasan untuk mencari kesalahan serta untuk menjatuhkan orang lain. Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi setiap kejahatan dan perilaku orang jahat.
MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG YANG BAIK.
Semoga kita semua termasuk ORANG YANG BAIK.
Hidup dengan penuh BERKAH, SYUKUR & BAHAGIA.

TUHAN ITU SATU, JALAN KELUAR ITU BANYAK


Salah seorang raja menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang tukang kayu yang tidak jelas kesalahannya apa.
Berita tentang keputusan itu bocor kepada si tukang kayu sebelum pengumuman resmi keluar. Akibatnya ia tidak bisa memejamkan mata untuk tidur di malam itu.
Istrinya menasehati: “Tidurlah di malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Tuhan itu hanya satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak”.
Kalimat yang menentramkan itu tepat masuk ke dalam hatinya, hingga ia bisa menenangkan diri, dan ia pun bisa tidur di malam itu. Dia baru terbangun di pagi hari ketika pintu rumahnya diketuk oleh beberapa orang prajurit.
Wajahnya langsung menjadi pucat. Dia melihat kepada istrinya dengan pandangan putus asa, menyesal, dan sedih karena telah mempercayai kata-katanya semalam.
Dia membuka pintu dengan kedua tangan menggigil. Dia ulurkan tangannya ke arah pengawal supaya diikat.
Para pengawal yang datang itu berkata kepadanya penuh keheranan: “Raja sudah wafat, kami meminta kamu untuk membuatkan sebuah peti mati untuk baginda”.
Waktu itu juga wajahnya berubah menjadi ceria. Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon maaf ke arah istrinya.
Istrinya tersenyum sambil berkata:
“Tidurlah di malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Tuhan itu satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak”.
Karena itu kadangkala seorang hamba sampai letih karena berfikir, sementara Allah yang memiliki semua rencana dan aturan.
Siapa yang merasa hebat karena jabatan, hendaklah ia mengingat Fir’aun.
Siapa yang merasa hebat karena harta, hendaklah ia mengingat Qarun.
Siapa yang merasa hebat karena keturunan, hendaklah ia mengingat Abu Lahab.
Kehebatan, kekuasaan dan kemuliaan hanya milik Allah satu-satunya.
Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia cabut dari siapa yang Dia kehendaki juga.
Jangan hukum masa depanmu dengan kondisi hari ini, Allah Maha Kuasa merubahnya dalam waktu sekejap. Tugas kita hanya berusaha dan terus berdo’a.