InspirasI

Senin, 03 Juli 2017

SAMPAH HATI

         Seorang laki-laki yg berbeda paham dengan seorang Guru Spiritual mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru. Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.
Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya : mengapa Sang Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut.
Beberapa saat kemudian, maka Sang Guru bertanya kepada si murid :
“Jika seseorang memberimu sesuatu,  tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu ?”
“Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid.
“Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”, tukas Sang Guru.
“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri. Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat ; karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”.
Kemudian, lanjut Sang Guru : ” Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri. Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu ... biarkan saja … karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka : jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.”
*“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya ( sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya ) … maka jadilah kita orang yg BIJAK”*
Sang Guru melanjutkan nasehatnya :
*“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah  mengambil”*
*“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”*
*“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”*
*“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”*
*“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”*
*“Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”*
*Inilah saatnya - kita melatih diri untuk membuang semua sampah yg ada di hati kita ...*
*Marilah kita renungkan untuk diri kita masing-masing : mampukah kita mengikuti nasehat dan meneladani kebijakan Sang Guru ... ?

EBIET G ADE

BINGKAI MIMPI

Dalam kepekatan mimpiku
wajahMu tersembunyi
Alam semesta, matahari, bintang, rembulan
Semua datang sujud buatMu
Menikam cinta paling dalam
Du du du du du du du
du du du du du
Dari sudut manakah gerangan
aku dapat segera mulai
melukiskan Engkau yang kasat mata namun ada
Bahkan mengalir dalam darah
Hidup t'lah kujanjikan buatmu
Garis-garis aku satukan
menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kelancangan mimpiku
Dalam kesejukan nafasMu
aku khusyuk sembahyang
Barangkali dapat kutafsirkan makna firmanMu
Peluklah aku dalam damai,
siramilah dengan cinta
Garis-garis aku satukan
menampilkan watak yang beringas
Titik-titik aku kumpulkan
menampilkan rona geriap
Terlalu jauh dari wajahMu
yang agung, teduh, dan kasih
Kini kuyakini sepenuhnya Engkau tak mungkin kugambar
Tinggal kumohon ampunanMu atas kedangkalan mimpiku
Du du du du du du du du
du du du du du du du du
du du du du du du du
du du du du du

Minggu, 02 Juli 2017

ADALAH  ENGKAU

Adalah Engkau
Adalah engkau
Dia yang kurindu
Tuk menjadi bunga di hatiku
Menjadi peneduh kalbu
Di perjalananku... Di perjalananku
Tibalah waktu
Yang telah kurindu
Tuk selalu bersama denganmu
Tlah terbuka pintu itu
Akad tlah terucap sudah
Dinda marilah melangkah
Dinda temanilah aku di setiap detikku
Dengan do'amu
Bila terpisahkan waktu
Tetaplah di sini
Di dalam hatiku
Ya Rabbi
Izinkanlah kami
Untuk terjaga selalu di jalan Mu
Dinda
Do'amu laksana pelepas dahaga di lelahnya jiwa... Lelahnya jiwa
Adalah engkau
Dia yang kurindu
Tuk selalu hadir di hidupku
Mengarungi setiap langkah saat menuju
Acuan hidup ini
(LiriklaguSeismic)


Jin wanita ini bernama Jin Ummu Sibyan

Bismillah Walhamdulillah....
" Bukan tamu tapi Seorang wanita yang mengerikan datang bertamu di waktu Maghrib ...???
Memang siapa yang hendak bertamu ke rumah orang pada waktu maghrib? Maghrib adalah saat dimana matahari sudah tenggelam namun masih muncul dengan sinar yang terkadang berwarna oranye atau merah menyala. Pada waktu itulah, seluruh umat Muslim diperingatkan untuk segera menutup pintu dan jendela seraya mengucapkan bismillah agar wanita ini tak datang ke rumah.
Rasulullah SAW sudah sangat jelas memerintahkan umatnya agar ketika magrib menutup pintu dan menggendong bayi yang masih kecil. Dalam shahih Muslim Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:
“Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah. meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.” (HR Muslim)
Rasulullah sudah jelas mengatakan jika pada waktu magrib ini iblis bergentayangan dan bisa memasuki rumah-rumah. Salah satu Iblis yang akan bergentayangan saat magrib adalah jin wanita pengganggu anak kecil dan ibu hamil.
Jin wanita ini bernama Jin Ummu Sibyan. Mereka akan mengganggu anak-anak yang usianya di bawah dua tahun serta ibu hami. Jin ini pernah menemui Nabi Sulaiman as dan menjelaskan kepada beliau apa target utamanya.
Ia datang dengan ciri-ciri yang sangat menakutkan, terlebih saat melakukan aksinya pada saat magrib. Perempuan tua ini memiliki rambut beruban, dengan dua bola mata berwarna biru, kedua-dua keningnya bertanduk, betisnya kecil, rambut  kusut, mulutnya ternganga dan keluar pucuk api daripadanya, dan bisa memecahkan batu-batan yang besar dengan pekikan suaranya.
Memang siapa wanita itu? Apa yang dia lakukan di dalam rumah kita? Ketahui bahwa dia bukanlah wanita baik, namun bisa saja mencelakakan anak dan wanita yang tengah hamil.
Mungkin ada yang pernah dengar nama Ummu Sibyan atau pun tidak sebelum ini, Ummu Sibyan ini adalah kaum jin dari gender perempuan yang suka mengganggu bayi dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun serta wanita hamil. Sebab itulah anak-anak yang baru lahir harus diazankan terlebih dahulu agar bayi itu tidak di ikuti oleh jin ini.
Apa Kerja Jin Ummu Sibyan?
Kerja dia tak lain tak bukan adalah Mengganggu bayi yang baru lahir dan anak-anak (biasanya kurang dari 2 tahun) serta wanita yang hamil. Jin Ummu Sibyan memiliki wajah yang mengerikan dengan mata yang besar dan berjalan di dinding seperti cicak , Ummu Sibyan juga dapat mengikat rahim wanita serta membunuh bayi yang masih dalam kandungan.
Seperti yang di ceritakan dalam kisah “jin Ummu Shibyan Dengan Nabi Sulaiman”, jin ini mengatakan ia bisa masuk dalam rahim orang perempuan dan mengikat rahimnya serta menyumbat dengan tujuan agar kaum itu tidak mengandung.
Diceritakan juga jin ini masuk ke dalam perut orang perempuan yang hamil, di waktu janin di dalam kandungannya sedang tumbuh jin ini akan menendanggnya, maka berlakulah keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua.
Sungguh mengerikan bukan? Simak bagaimana tandanya jika seorang Bayi terkena gangguan jin Ummu Sibyan, diantaranya adalah.
1. Bayi menangis melalak (matanya terbelalak memandang keatas/sudut tertentu)
2. Anak-anak jatuh seakan-akan didorong
3. Mengigau sambil menggemerutukkan gigi berulang kali
4. Demam panas hanya setelah Ashar sampai sebelum Subuh
sehingga efek dari gangguan di atas akan mengakibatkan hal seperti ini.
1. Sawan tangis
2. Autisme (over hiperaktif)
3. Nakal dan keras kepala
4. Malas
Tanda-tanda Wanita Hamil Terkena Gangguan Jin Ummu Sibyan.
Rasa sesak dada terutama setelah waktu asar, yang mungkin berlangsung sampai tengah malam
Kusut pikiran
Sakit di bagian tulang-tulang belakang
Mengigau ketika tidur
Bermimpi dengan mimpi yang menakutkan.
Cara Mengelak dari Gangguan Ummu Sibyan
Tutup pintu dan jendela rumah waktu Maghrib
Jangan angkat atau masukkan baju yang sudah dijemur diluar rumah pada waktu Maghrib (jemuran tak kering).
Metode Pengobatan Pada Bayi
Tiarapkan anak, jangan biarkan matanya melihat ke arah itu, baca ayat Qursi dan 3 Surat Qul kemudian tiup ke ubun-ubunnya sampai berhenti menangis. Halau dengan bahasa sendiri seperti misalnya “Awali dengan kembaca Bismillahirrohmaanirrohiim, wahai Ummu Sibyan pergilah kau keluar dari rumahku dan jangan ganggu anak anakku”, Insya Allah Ummu Sibyan akan pergi.
Metode Pengobatan Pada Wanita Hamil
Bacakan doa-doa untuk menghindari setan termasuk doa menghindar sihir seperti (surah al-Fatihah, ayat al-Kursi, surah al-Baqarah, surah Ali-Imran dan surah al -Mu’awwizat) pada satu sendok madu asli dan kurma untuk dimakan setiap hari sebelum sarapan.
Bisa juga di bacakan doa doa pada minyak zaitun untuk di oleskan pada bagian dada dahi dan tulang belikat sebelum tidur.
Itulah beberapa cara untuk menangkal kedatangan jin perempuan yang bisa mencelakakan keluarga. Sayangi keluarga dan jangan biarkan waktu Maghrib menjadi jalan untuk mereka merusak keharmonisan rumah tangga. Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang beriman dan bertaqwa.
Semoga bermanfaat...

Sabtu, 01 Juli 2017

*IBLIS MEMBONGKAR RAHASIA TERBESARNYA.*
KEPADA NABI MUHAMMAD


       Iblis merupakan musuh nyata yang tidak pernah letih menggoda Bani Adam. Misi utamanya adalah membawa sebanyak-banyaknya umat menuju jalan sesat, agar kelak bersamanya ke lembah neraka. Iblis dan bala tentaranya memiliki berbagai macam cara menjerumuskan manusia.
Ternyata mahkluk sombong ini pernah datang menemu Rasulullah SAW untuk mengungkapkan kejujuran. Ia membongkar semua rahasia diri beserta seluruh bala tentara. Dialog yang terjadi antara Nabi Muhammad dan iblis berjalan cukup lama.
       Rasul mempertanyakan semua hal yang menjadi rahasia iblis. Mulai dari cara iblis menggoda, hingga amalan yang bisa menyakitinya. Percakapan ini membuat manusia mengetahui tipu daya iblis dan membentengi diri. Lantas, apa saja rahasia iblis lainnya yang dibongkar dihadapan Rasul?
Hadis ini diriwayatkan dari Muadz bin Jabal ra. dari Ibnu Abbas ra.  Dia berkata bahwa pada suatu hari dirinya bersama sahabat lainnya dan Rasulullah sedang mengadakan pertemuan di rumah salah seorang sahabat Anshar di Madinah.Tiba-tiba dari luar rumah terdengar seseorang mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.
Iblis : “Wahai penghuni rumah, apakah kalian mengizinkan aku masuk, karena kalian membutuhkan aku..?”
Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat,
Rasulullah SAW : “Apakah kalian tahu siapa yang berseru itu..?”
Para Sahabat : “Tentu Allah dan rasulnya yang lebih tahu.”
Rasulullah SAW : “Dia adalah Iblis yang terkutuk..! Semoga Allah senantiasa melaknatnya.”
Umar bin Khatab ra. : “Wahai Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku membunuhnya..?”
Rasulullah SAW : “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan (Hari Kiamat)..?”
Rasulullah SAW melanjutkan perkataanya, Beliau meminta kepada sahabat agar mendengarkan dan memahami  ucapan yang disampaikan iblis.
Setelah pintu dibuka, masuklah iblis ditengah-tengah majelis tersebut. Rupa iblis terlihat sangat mengerikan. Dia adalah sosok tua dengan mata buta sebelah serta memiliki janggut sebanyak tujuh helai dan menyerupai rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah dan memanjang ke atas. Kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, dan kedua bibirnya seperti bibir macan.
Iblis : “Assalamu’ alaika ya Muhammad (Salam untukmu wahai Muhammad), assalamu’ alaikum ya jama’ atal muslimin (Salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin).”
Rasulullah SAW : “Assalamu’ lillah ya la’ inin (Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai mahluk terlaknat).  Aku mengetahui engkau punya keperluan terhadap kami.  Apa keperluanmu itu wahai Iblis..?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas  kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang  memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah  SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah  dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau  berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh  karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku  berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah  SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur,  siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk  Allah yang paling aku  benci.”
“Siapa  selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi  kepada Allah SWT.”
“lalu siapa  lagi?”
“Orang Aliim dan wara’  (Loyal)”
“Lalu siapa  lagi?”
“Orang  yang selalu  bersuci.”
“Siapa  lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah  mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda  kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya  kepada orang lain selama 3  hari, Allah akan memberi pahala orang -orang  yang sabar.”
” Selanjutnya  apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda  kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan  mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu  Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam  islam.”
“Umar bin  Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin  Affan?”
“Aku  malu kepada orang yang  malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi  Thalib?”
“Aku  berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan  aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan Yang  Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan  jika melihat seseorang dari umatku yang hendak  shalat?”
“Aku  merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x  kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku  berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia  berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku  seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia  bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku  dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya.  Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak  akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam  musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan  pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan  Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan  tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul  kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi  Teman Iblis
Nabi  lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai  Iblis?” *Pemakan riba.”*
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa  kekasihmu?”
“Orang  yang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling  membahagiakanmu?”
“Orang  yang meninggalkan shalatnya dengan  sengaja.”
Semoga dengan mengetahui ini, kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW selalu membekali diri dengan iman, melakukan amalan yang membuat Iblis menjadi lemah, menjauhi hal-hal yang diinginkan mahkluk terlaknat tersebut. Allah lah maha pemilik ilmu pengetahuan.

Sumber: infoyunik.com

                     Merayakan Keindonesiaan

                                                M Alfan Alfian

Merayakan lebaran berarti merayakan keindonesiaan. Peristiwa mudik kolosal dan tradisi silaturahim saling maaf-memaafkan antarwarga bangsa menandai kekhasan budaya Indonesia. Semua warga bangsa yang majemuk melebur ke dalam suka cita kemanusiaan yang bernuansa religius. Karenanya tak berlebihan, manakala apabila ciri manusia Indonesia Mochtar Lubis ditambah satu lagi, maka jelas bahwa kalau lebaran mereka mudik dan bersilaturahim. Itu adalah ciri positif mengingat memperkuat modal sosial kebangsaan.
Tidak semua negeri Muslim punya tradisi mudik. Kendatipun, tradisi tersebut juga mencerminkan fenomena urbanisasi dan sosial-ekonomi, tetapi yang tidak boleh dilupakan, ia merupakan fenomena spiritual pula. Para pemudik dipicu oleh spirit silaturahim, penghormatan yang tinggi pada orangtua, kerabat, dan sanak saudara.
Lebaran memancarkan pula spirit kebangsaan dan dorongan ke para pemimpin agar adil, arif bijaksana, dan bekerja sungguh-sungguh bagi kesejahteraan rakyatnya. Hal itu antara lain tercermin pada syair Ismail Marzuki, “Selamat para pemimpin, rakyatnya hidup terjamin”.  

Perekat dan Kemajuan
Indonesia merupakan bangsa yang religius. Islam masuk ke Indonesia, terutama dilakukan melalui pendekatan kebudayaan. Dalam perkembangannya penganut agama Islam berinteraksi dengan kultur kegamaan sebelum dan sesudahnya. Islam telah turut mewarnai dinamika kebangsaan, terutama dalam konteks kebudayaannya.
Dalam konteks inilah, relevan kiranya, manakala organisasi Nahdlatul Ulama (NU) mengelaborasi esensi dan praktik Islam Nusantara. Bahwa keberadaan Islam di Nusantara merupakan unsur perekat kebangsaan yang penting sepanjang sejarahnya.
Di sisi lain, Islam juga merupakan sumber energi bangsa dalam menggapai kemajuan. Karenanya relevan pula, manakala organisasi Mushammadiyah menggemakan tema Islam berkemajuan.
Eksistensi Indonesia sebagai negara berdasarkan Pancasila, tak terlepaskan dari ijtihad para ulama. Dalam perspektif Muhammadiyah, Pancasila merupakan darul ahdi wa syahadah, suatu konsensus nasional segenap elemen bangsa, di mana mereka saling mengisi untuk kemejuan bersama.
Keindonesiaan dan keislaman telah membentuk suatu formula kita dalam berbangsa. Karena, merupakan sesuatu yang ahistoris manakala Pancasila dipertentangkan dengan Islam. Di sisi lain, sudah tampak nyata dan tak terelakkan dalam sejarah bahwa selain sebagai perekat kebangsaan, melalui apa yang dikatakan Bung Karno sebagai “apinya Islam” diharapkan umat Islam Indonesia mampu mendorong percepatan dalam meraih kemajuan bangsa.
Dalam konteks ini, mendekatkan harapan dan kenyataan memerlukan ikhtiar kolektif yang komprehensif di tengah kompleksitas tantangan bangsa.
Salah satu tantangan yang krusial dewasa ini, selain terkait masalah-masalah kesenjangan sosial-ekonomi dan kualitas sumberdaya manusia, terfokus pada fenomena pembajakan terhadap Islam untuk kepentingan politik melalui jalan kekerasan atau terorisme.
Merebaknya pengaruh ideologi transnasional di satu sisi dan masih menghebatnya masalah-masalah sosial ekonomi menghadirkan radikalisme yang destruktif. Maka, ikhtiar deradikalisasi terhadap mereka yang terjebak pada kelompok ekstrim radikal, perlu terus dilakukan melalui formula yang tepat dan komprehensif dengan menyentuh akarnya.
Islam merupakan agama damai, bukan agama teror. Al Quran sarat dengan pesan-pesan perdamaian dan kemanusiaan. Tidak saja, terkandung di kitab tersebut pemahaman terhadap realitas kemajemukan umat manusia (QS 49:53), tetapi juga pesan-pesan kemanusiaan paripurna, dan penghargaan yang tinggi terhadap kehidupan. Al Quran menegaskan, “Barangsiapa menyelamatkan satu jiwa (nyawa satu orang), maka ia seolah telah menyelamatkan jiwa (nyawa) semua orang.” (QS. 5:32).

Kohesi dan Kritik sosial
Banyak refleksi yang dihadirkan melalui momentum lebaran. Secara filosofis, ia dikaitkan dengan konteks makna Idul Fitri sebagai kembali ke kondisi alamiah (state of nature) manusia yang hanif, cenderung kepada kebenaran, kebaikan, dan kesucian. Dari sinilah, energi silaturahim itu terpancar. Maka, momentum lebaran sesungguhnya merupakan peristiwa yang penting bagi penguatan kohesi sosial dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Silaturahim merupakan aktivitas kemanusiaan yang inklusif. Pelaku silaturahim tentu harus mengedepankan mental terbuka, mau menerima dan ikhlas memberi. Lagi pula, momentum Idul Fitri juga disertai pesan-pesan yang kuat terkait ibadah sosial yang lebih luas dengan berbasis empati terhadap sesama.
Melalui konsep dan praktik zakat, maka momentum lebaran juga merupakan suatu gerakan reflektif dalam bersedekah, sekaligus gerakan untuk menggerakkan potensi ekonomi yang memberdayakan, guna mewujudkan kesejahteraan bersama.
Maka dari itu, momentum lebaran juga merupakan suatu kritik sosial. Ada banyak hal yang kontradiktif dalam hidup ini, yang pada hakikatnya merupakan refleksi dari dijauhinya kecenderungan keaslian manusia yang hanif.
Hari raya yang dipopulerkan melalui kata lebaran, merupakan hari kemenangan, di mana manusia dihadirkan ke fase kupu-kupu yang indah. Disebut indah karena, naluri kemanusiaan dan kesesamaan diekspresikan sedemikian rupa melalui mental inklusif dan lapang dada.
Semua mengedepankan kedamaian, interaksi yang damai antarsesama. Semua itu sebagai puncak dari fase kepompong, fase menahan diri sebagai simbolisasi berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan.
Kritik sosial terkait dengan fase ulat yang, tampaknya lebih banyak mendominasi perilaku kemanusiaan kita. Sebagai manusia yang seharusnya hanif, pada praktiknya justru suka berbuat kerusakan di muka bumi, hal yang pernah terlontar dari malaikat ketika Tuhan mencipta manusia.
Banyak di antara kita yang tidak pandai menahan hawa nafsu dan keserakahan, sehingga sadar atau tidak masuk dalam perangkap labirin egoisme dan kebinatangan, apakah dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, maupun yang lain.
Maka, semakin jauhlah manusia dari sifat hanif itu. Idul Fitri mengingatkan hakikat kesejatian manusia. Ketika mereka saling bersilaturahim dan memaafkan, maka ibarat lembaran kertas putih yang kosong kembali.
Dalam semangat memperkuat kerekatan antarwarga bangsa dan obsesi meraih kemajuan bersama, momentum Idul Fitri menjadi penting tidak saja untuk merayakan keindonesiaan kita, tetapi juga titik pijak untuk menggapai kemandirian bangsa.
Maka, mari kita rayakan keindonesiaan kita itu, sekaligus berpikir serius dan berikhtiar secara kolektif untuk mewujudkan cita-cita proklamasi.

M ALFAN ALFIAN, Dosen Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional, Jakarta. Anggota LHKP PP Muhammadiyah.