InspirasI

Jumat, 23 Juni 2017

NASEHAT  DARI ALAM KUBUR

1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah aku dengan *TAHAJUD*
2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber *SILATURAHIM.*
3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca *AL-QUR'AN.*
4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal *SHODAQOH,*
5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak Shalat, bebaskan jepitan itu dg *SHALAT*
6). Aku adalah tempat utk merendammu dg cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dg *PUASA..*
7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat *"LAILAHAILALLAH"...*

Pertapaan Ramadlan
Berlatih Mudik ke Sorga

Oleh: Emha Ainun Nadjib


       Ternyata bermacam-macam jalan yang ditempuh oleh anak-anakku para Mu’takifin. I’tikaf itu semacam “olah batin”. Ada yang “parkir” saja, diam di Masjid. I’tikaf memang memparkir kendaraan dunia. Duduk, tidak ada mobilitas profesional, tidak ada perjuangan keduniaan, tidak ada laba materi, meskipun dari sudut pandang sebaliknya I‘tikaf adalah itu “tidak produktif”, karena “wasting time”, padahal “time is money”.
Syukur kepada kemurahan Allah bahwa hampir tidak ada Kaum Muslimin yang berpikir bahwa ibadah, bermacam-macam shalat, puasa, apalagi Zakat dan Haji, adalah pemborosan, buang-buang duit, menyianyiakan waktu. Bahkan di tengah maniak materialisme yang dipelopori oleh Peradaban Global yang semakin memuncak hari-hari ini, justru itu semua membuat Kaum Muslimin menemukan kembali kemesraannya dengan Allah. I’tikaf menjadi agenda yang semakin romantis dan penuh cinta bagi mereka.
Duduk diam saja di Masjid, itu sudah sebuah revolusi menuju Allah. Mungkin kosong saja, jiwa hanya berisi ingatan kepada Allah. Jasad hanya rumah, Allah Maha Tuan Rumahnya, sebab memang Ia pencipta dan pemilik rumah kehidupan kita. Kemarin dunia menguasai rumah jiwa, sampai batin kita seperti kapal pecah. Segala isi dunia berserak-serak di dalamnya: ada Mall, Supermarket, buku administrasi Kantor, isi tambang, Negara, Perusahaan, ketimpangan ekonomi, ketidakseimbangan sosial, persaingan dagang dan pemilihan umum. Segala macam yang artifisial dan superfisial. Segala yang ditertawakan oleh nyawa ketika usia menua.
Salah satu anak mengungkapkan: “Sebagaimana ketika ber-takbiratul-ihram, kedua tanganku terangkat ke samping kepala, ujung jempolku menyentuh sudut bagian bawah telinga: dunia berada di belakang punggung tanganku. Sebelum kuucapkan Allahu Akbar, aku membisiki Dunia: Maaf aku pamit dan meninggalkanmu di belakang punggungku. Sebab aku sedang menghadap Tuhan, Maha Pencipta kita semua”.

Anak ini memaknai I’tikaf adalah pembebasan diri dari dunia. Anak lain menyindir temannya: “Kita tidak boleh melarikan diri dari dunia, sebab kita dimandati untuk mengelola isi dunia. Tidak ada konsep lain dari Allah dalam menyelenggarakan kehidupan kita selain menjadikan kita Mandataris, Khalifah, di bumi. Jadi, I’tikaf bukan memerdekakan diri dari dunia. Opsi yang lebih proporsional mungkin: semacam mengambil jarak sejenak dari dunia, agar kita bisa ‘rekap’, evaluasi, review, muhasabah, sehingga besok kita lebih dewasa dan matang mengkhalifahi dunia”.

Tidak salah juga anak ini. Baginya I’tikaf adalah menarik nafas panjang, untuk menyusun kembali strategi dalam melayani problematika dunia. Maka I’tikaf baginya adalah Tafakkur, berkontemplasi, berhitung kembali, seluas-luasnya tapi juga selembut-lembutnya.
Bagi anak yang lain, Tafakkur tidak akan memperoleh komprehensi pendalaman masalah kalau tidak dilakukan dalam dialektika dengan Tadzakkur. Terdapat titik silang dinamis antara Tafakkur dan Tadzakkur. Dengan Allah harus selalu ‘online’. Tidak ada pandangan yang jernih atas sesuatu hal tanpa meminjam mripat Allah, karena tak ada selain Ia yang punya mata dan mampu melihat. Tidak ada solusi kecuali yang dilimpahkan dari hidayah Allah. Tidak ada gagasan, tidak ada ide, ilham, apalagi fadhilah, ma’unah dan karomah, kecuali atas perkenan kemurahan Allah.
Sungguh aku belajar dari berbagai pintu yang dimasuki oleh anak-anakku selama beri’tikaf: Tadabbur, Tasyakkur, Tafaqquh, pun Tafsir, yang seluruhnya berada di dalam atmosfer jiwa kerendahan hati Ta’awwudh, Tasbih, Tahlil, Tahmid dan Takbir. Aku tidak terlalu cenderung menyatakan –kepada diriku sendiri: “alangkah benarnya Islam”, sebab sejak kecil hidup adalah berjuang untuk tidak berjarak dari kebenarannya. Juga bukan “alangkah baiknya Islam”, sebab Ibu dan Ayahku menuntunku di jalanan kebaikan sosial itu sejak aku mulai bisa melangkahkan kaki.
Mungkin kuucapkan “alangkah mulianya Islam”, sebab ini tak pernah selesai kulatihkan. Atau “alangkah indahnya Islam”, sebab inilah taburan cahaya-cahaya yang membuat hidup kita menjadi sangat hidup, karena nikmat untuk meraihnya dari tahap ke tahap.
Kini kuhimpun refleksi anak-anakku para Mu’takifin ini. Ada yang mengurai terminologi “Sabil, Syari’, Thariq dan Shirath” dengan pemetaan ilmiah. Ada yang mengungkap peta alternasi strategi sosial “Robbunnas, Malikunnas dan Ilahinnas”. Ada yang menggambar keanehan manusia yang “hidup di dunia tapi berhijrah ke dunia”, sementara lainnya “berhijrah ke Allah dan Rasul-Nya”. Tentang pilihan sosial “al-muhibbin, al-mahbubin ,dan al-mutahabbin”. Lainnya meraba pemetaan dan mekanisme “Qadla, Iradah dan Amr”-nya Allah. Yang juga tak kalah menarik adalah “Hari Keempat dalam Evolusi Enam Hari sebelum Qiyamah”.
Tetapi aku menawar ke mereka agar kita mengalah beberapa hari ini –untuk menuturkan hal-hal yang tidak terlalu jauh dari atmosfer psikologis Kaum Muslimin hari-hari ini. Yakni situasi mudik. Ini Ramadlan hari-hari terakhir. Kebanyakan orang Islam hatinya sudah berada di Hari Raya Idul Fitri. Sisa satu dua hari puasanya tinggal seperti “ekor cecak mati”. Jiwa mereka sudah berada di “Riyoyo”, “Bodo”, “Bakdo” atau “Lebaran”. Jangan dimarahi. Ummat kita sangat kelaparan sejarahnya, dan sudah menetes air liurnya di depan pintu gerbang Idul Fitri.
“Mudik adalah latihan tahunan untuk membangun ketrampilan budaya agar kelak siap menjadi penduduk Sorga”, salah seorang anakku menyahut, “mudik adalah tahap awal dari pembelajaran ‘ilaihi roji’un’: kembali kepada Allah di kampung halaman asal usul manusia sejak Bapak Adam didomisilikan dahulu kala. Sebab sistem nilai sorga, software dan hardwarenya, mestinya berbeda dengan Dunia. Kalau kita hanya melatihkan dialektika dan mobilitas materialisme seperti selama ini, kelak bisa bengong di Sorga”.
“Setiap jiwa melakukan perjumpaan dan perjanjian dengan Allah sebelum ditugaskan untuk menjadi Khalifah di bumi. Perjumpaan itu di Sorga. Hanya saja begitu manusia lahir ke dunia, Allah membuatnya lupa. Maka kedua orangtuanya, komunitas Masjid, Mushalla atau Langgar-nya, guru-guru Sekolah dan Universitasnya – bertugas untuk merangsang dan mengantarkan anak-anak agar napak tilas, mengingat-ingat kembali siapa ia, menemukan hakiki dirinya, di mana alamat sejatinya, apa pekerjaan utamanya, bagaimana menjalankan profesi kemanusiaannya, dan apa saja yang terkait dengan itu”.
“Itulah hakekat pendidikan. Di situlah ditemukan filosofi pendidikan dan disusun tata manajemennya. Padanyalah pangkal ujung lelaku Sekolah di Bumi”. Sayang sekali kepemimpinan nasional pendidikan kita tidak belajar langsung kepada Tuhan, padahal Tuhan sendiri turun tangan ‘allamal insana ma lam ya’lam, mengajari manusia yang ia belum mengerti.
Yogya, 22 Juni 2017.

PAHALA ZAKAT FITRAH SULIT TERGANTIKAN

Dahulu.... Pada  masa Rosulullah, pernah satu kali sahabat *Usman* *KELUPAAN* *membayar zakat fitrah, hingga usai shalat Ied....
Begitu beliau ingat, segera beliau pulang dan mengambil *seekor Unta* yg paling bagus miliknya, dan dijualnya.
Kemudian uang hasil penjualan unta tsb beliau pakai utk memerdekakan seorang budak.
Setelah itu beliau menghadap
Rasulullah dan berkata:
"Ya, Rosulullah... Bahwasannya saya telah lupa membayar zakat fitrah, namun saya telah menjual seekor unta yg paling bagus milik saya dan saya gunakan utk memerdekakan seorang budak.*
*"Apakah itu setara nilainya dg zakat fitrah yg lupa saya bayarkan....?!"*
Dan dihadapan para sahabat Rasulullah menjawab:_
*"Sangat merugi bagi siapapun yg tidak membayar zakat fitrah. Karena pahala zakat fitrah itu sangatlah tak terhingga..."*
*"Jangankan memerdekakan SEORANG Budak, memerdekakan SERATUS orang budakpun takkan dpt menyamai pahala zakat fitrah".*
Subhanallah.....
Begitu hebatnya
Pahala zakat fitrah*
Maka saudaraku sekalian, jangan sampai kelupaan....._
Mohon maaf sebelumnya saya hanya sekedar mengingatkan_
Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-NYA kpd kita semua....
*Aamiin.....*

Kamis, 22 Juni 2017

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.

2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.

3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.

4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.

5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.

6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.

8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.

9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.

10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.

11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.

12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.

13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.

14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.

15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.

16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.

17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.

18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.

19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA.

20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.

21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.

22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.

23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.

24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.

25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.

26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.

27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA.

28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.

29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.

30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.

Rabu, 21 Juni 2017

Perbanyaklah Zikir Membaca “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim”

“Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim”, Artinya “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.”
Zikir dengan menggunakan lafal “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” merupakan salah satu kalimat yang banyak dianjurkan di dalam hadits-hadits Nabi saw, antara lain sebagai berikut:
1) Rasulullah Saw bersabda : “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072);
2) Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi.” (HR Muslim dan Tirmidzi).
3) Diriwayatkan dari Abi Dzar. Rasulullah pernah ditanya, “Perkataan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yang dipilih oleh Allah bagi para malaikat dan hamba-hamba-Nya, yaitu subhanallah wabihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya).” (HR Muslim).
4) Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa mengucapkan subhanallah wabihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR Muslim dan Tirmidzi)
5) Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw berkata kepada para sahabatnya, “Ucapkanlah subhanallah wa bihamdihi sebanyak seratus kali. Barangsiapa mengucapkannya satu kali maka tertulis baginya sepuluh kebaikan, barangsiapa mengucapkannya sepuluh kali maka tertulis baginya seratus kebaikan, barangsiapa mengucapkannya seratus kali maka tertulis baginya seribu kebaikan, barangsiapa menambahnya maka Allah pun akan menambahnya, dan barangsiapa memohon ampun, niscaya Allah akan mengampuninya.”
6) Dalam kitab “Syarhul Washiyah” diterangkan sebuah hadits mengenai keutamaan dzikir subhanallah wa bihamdihi. Dikatakan bahwa kalimat subhanallah wa bihamdihi adalah kalimat yang sangat dicintai Allah swt dan merupakan kalimat yang paling utama dari kalimat-kalimat lainnya.
Barangsiapa mengucapkannya maka akan tertulis baginya kebaikan yang banyak dan Allah akan menghapus dosa orang yang mengucapkannya walau dosa orang tersebut lebih banyak daripada buih yang ada di lautan.
7) Dalam musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa ketika menjelang ajal Rasulullah saw, Beliau memanggil putrinya dan berkata, “Aku perintahkan engkau agar selalu mengucapkan subhanallah wa bihamdihi, karena kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.”
8) Abu Dzar berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw amal apakah yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab, ‘Yang telah dipilih Allah untuk para Malaikat-Nya, yaitu subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim.”
9) Diriwayatkan dalam “Shahih Bukhari” bahwa suatu ketika datang seorang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah itu wahai Rasulullah?”
Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.”
10) Dalam hadit riwayat Imam Muslim, zikir dengan ucapan lafal “ Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi,wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan makhlukNya, dan sebesar ridha diriNya, dan seberat ‘Arasy-Nya,dan sebanyak hitungan kalimatNya).’ (Hadis riwayat Muslim)
Sahabatku...
Hadits-hadits di atas sudah cukup menunjukkan bobot yang dimiliki dalam kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” . Sebuah kalimat yang mudah untuk diucapkan maupun dihafal. Bahkan, bagi seorang muslim yang buta huruf juga sangat mudah untuk dipelajari.
Tidak menutup kemungkinan bahwa Allah ingin mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas beribadah kepada-Nya untuk dapat melakukan ibadah walaupun dengan kalimat yang ringan dan mudah untuk diucapkan.
Kalimat “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” merupakan kalimat yang penuh manfaat. Kandungan hikmah yang terdapat dalam lafal tersebut jika dibandingkan dengan apa pun tidak akan dapat tertandingi.

MENAKJUBKAN !!!

12 PINTU - PINTU REZEKI

1.Rezeki Yang Telah dijamin.
Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya"
(Q.S.11:6)
2.Rezeki Karena Usaha.
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya"_ (Q.S.53:39)
3.Rezeki Karena Bersyukur.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu" (Q.S.14:7)
4.Rezeki yg Tak Terduga.
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya"
(QS. At Thalaq :2)
5.Rezeki Karena Istighfar.
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta”(QS. 71 : 10-11)
6.Rezeki Karena Menikah.
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”_(QS. an-Nur : 32)
7.Rezeki Karena Anak.
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”(QS. al-Isra 31)
8.Rezeki Karena Sedekah.
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak" (QS. Al Baqarah 245)
9. Rezeki karena rajin menjalin tali silaturrohim
10. Rezeki karna Iman dan taqwa.
11. Rezeki karena pengorbanan diri, harta dan waktu utk urusan Keagamaan
12. Rezeki krn istiqomah membaca Al-Qur'an, Surah Al Waqiah, dan Sholat Sunnah Dhuha.
Yaa Allah,.. Yaa Robb,.. Amiin....

Selasa, 20 Juni 2017

*TAHUKAH KITA?*

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus
As itu ternyata masih hidup sampai sekarang,
bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan
dalam al-Qur'an: andai Yunus itu tidak beristighfar,
tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut
sampai hari kebangkitan..
*taukah anda*....?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya,
dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir
sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita
berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp
seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.
*taukah anda*.....?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti
berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan
detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah
kenapa dalam islam di sunnahkan membaca
alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan
syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota
badan kita.
*taukah anda*.....?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk,
tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh
tambahan oksigen
*taukah anda*......?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu
akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah
menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah
ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.
*taukah anda*......?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
*taukah anda*......?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita
shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda: "sesungguhnya
seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia
membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian
dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua
pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku' atau sujud
berjatuhanlah dosa-dosa tersebut".
wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam
shalatnya, tenanglah... dan tahanlah lebih lama ruku'
dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran
dosa-dosamu.
*taukah anda*.......?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg
meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah
kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam
kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa
istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-
mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari
siksa kubur.
*taukah anda*.......?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat,
maka tidak ada penghalang antara kita dan surga
kecuali maut.
*taukah anda*.......?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai
shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari
posisi duduk shalat kita.
Silahkan SHARE ! semoga bermanfaat & Semoga
menjadi amal Jariyah kepada yang membagikan.
Aamiin Allahuma Aamiin