InspirasI

Rabu, 13 September 2017

APA YANG TERJADI KETIKA KITA MEMINJAMKAN UANG KEPADA ORANG YANG SALAH

Kalau ada teman yang dulunya pernah kenal, terus tiba - tiba muncul dan ngajak kita ketemu, pasti ada 2 penyebabnya :
1. Prospek
2. Minjem duit
Biasanya saya langsung to the point saja, bertanya kira - kira apa yang dia inginkan, kok tiba - tiba nanya kabar dan ngajak ketemuan tanpa perlu basa - basi. Ini pasti ada sesuatu nih.
Dulu sih karna teman masih saya ladeni dan sempet - sempetin. Dikira mau ngobrol dan rindu karna sudah lama ga ketemu... #EHH Edan... ternyata ya balik lagi kalo ga prospek ya minjem duit wkwk :v
Begitu juga ketika bisnis sudah mulai bertumbuh, ada saja orang - orang yang kemudian datang dan mau minjem duit.
Lalu apa yang akan saya lakukan?
Kalau dulu, temen DEKET BANGET & keluarga inti akan saya pinjemin. Itu juga saya harus tahu bagaimana kredibilitasnya teman terdekat saya, tetapi baru - baru ini saya berprinsip kalau saya ga boleh minjemin uang lagi
Kenapa?
Karna minjemin duit ke temen itu cuma akan ada 3 hal yang terjadi
1. Hubungan pertemanan BERAKHIR sehabis dipinjamkan kemudian ia menghilang tanpa jejak
2. Kita akan mendapatkan pelajaran bahwa kita harus menjadi orang yang ikhlas lahir batin
3. Dibalikin tetapi suatu saat akan datang untuk meminjam nominal yang lebih besar lagi
Dan benar! Setiap saya minjemin duit ke temen, pasti pertemanan kita putus begitu saja..
aneh kan, ya memang aneh..
jadi kalo Anda ga mau tali persaudaraan putus ya jangan pinjemin duit ke temen, tapi kalau mau ngetes bagaimana karakter temen Anda yang sesungguhnya, titipkan saja duit ke dia, nanti ketahuan kok aslinya ^_^
Kalaupun mau minjem duit, saran saya pinjamlah ke 1 dari 3 tempat ini
1. Orang tua
2. Saudara dekat
3. Bank
Yang paling tidak beresiko adalah nomor 1, dilanjut nomor 2 dan terakhir nomor 3. Tentu dari 3 nomor itu Anda akan punya kewajiban dan kesadaran untuk memulangkan uangnya
Dan jangan sekali - sekali minjem duit ke temen, karna minjem duit temen itu HARAM hukumnya, percuma deh cuma nambah - nambah musuh saja, abis uang ada di tangan orang yang salah #DHUAR bakal ketahuan dalemannya gimana.
Lebih baik bilang dan tolak dengan baik - baik , kalau saya pribadi saya selalu bilang gini
" mohon maaf, untuk bulan ini uang saya sudah digunakan untuk alokasi dana ke bisnis / keluarga saya, sehingga saya ga bisa meminjamkan uang untuk Anda " .
Kalau orangnya udah ngeyel setengah mampus baru saya bilang " bro minjem duit ke temen itu HARAM hukumnya, cuma bakal bikin kita ga temenan lagi, kalau memang mau yang aman ya silahkan pinjam ke orang tua, saudara dekat, dan yang paling aman dan tidak akan ditolak adalah bank, modal ktp saja "
Lagipula, banyak anak2 muda yang memang kenyataannya terbatas di modal dalam bisnisnya, alhasil mereka bekerjasama dengan investor untuk menjalankan bisnisnya dan malah jauh lebih adil. Si anak muda yang jalanin, si investor yang memodalkan
Anak muda punya waktu, tenaga, tetapi kekurangan modal
Investor punya tenaga , modal, tetapi tidak punya waktu
Karna memiliki kekurangan satu dengan yang lain, mereka bertemu untuk bersinergi dan saling melengkapi... bukannya minjem duit ke temen abis itu menghilang ^_^
Buat anda yang sudah meminjamkan hutang kepada orang yang salah, anda mungkin terlalu baik dulu.. ya saya dulu juga begitu, kebaikan kita dibalas dengan putusnya tali persaudaraan, sudah tugas anda untuk menagihnya...
Tetapi IKHLASKANLAH ketika orang itu memang sudah tidak mau membayarnya, anggap saja anda sedang bersedekah untung menyambung hidup & membahagiakan orang lain dengan cara anda sendiri, itulah kedewasaan dan segeralah belajar dari pengalaman anda jangan sampe hal itu terulang kembali.
Buat anda yang pernah berhutang & memutuskan tali persaudaraan anda dengan teman anda sendiri.. segeralah sadar bahwa hal yang anda lakukan adalah salah, ketahuilah anda telah berusaha menambah dosa diri anda sendiri & juga merugikan diri anda sendiri.
Karena uang akhirnya saya tahu karakter anda. Kredibilitas anda sungguh rendah dan terima kasih sudah membantu saya menentukan pilihan bahwa anda bukanlah orang yang bisa diajak bekerjasama apalagi berbisnis & saling menguntungkan, Mungkin saja anda asik di sosmed, berkegiatan, bersenang - senang tetapi aib anda terkenang sepanjang masa dan bertobatlah .

Tembang Turi Turi Putih ( SUNAN GIRI )

  Tembang turi turi putih ini  merupakan tembang Jawa kuno, dikatakan Tembang turi turi putih merupakan peninggalan salah seorang wali songo di tanah jawa yaitu sunan Giri yang menggunakan SENI dan BUDAYA di dalam menyampaikan ajaran islam..

TURI - TURI PUTIH 
Turi-turi berarti tak aturi (bahasa Jawa - saya beri tahu). Sedangkan putih adalah kiasan dari warna kain kafan.
Baris syair ini memuat pesan bahwa saya beri tahu kalian, semua manusia pada
akhirnya akan mati.

DITANDUR NING KEBON AGUNG
Ditanam di sebuah taman yang megah.
Setelah kematian itu, jasad kita akan di kubur di taman pemakaman.

CUMLERET TIBA NYEMPLUNG
Seperti kecepatan cahaya, lalu jatuh ke lubang.
Gambaran bahwa kehidupan di dunia itu singkat, seperti laju cahaya cleret, cumleret (bahasa Jawa – kilat). Setelah itu, manusia akan mati dan dimasukkan ke liang lahat. 

GUMLUNDUNG KEMBANGE OPO
Yang dijatuhkan itu membawa bunga apa?
Si mayat yang dimasukkan ke liang kubur itu akan ditanya, ia membawa amal perbuatan apa?

  MBOK KIRO KEMBANGE OPO
artinya yg kamu kira kembange opo ..
kamu kira hasilnya apa ..
yaitu hasil dr hidup didunia yg dibawa mati untuk dipertanggung jawabkan yaitu amal perbuatan kita
Baris terakhir syair ini menggambarkan bahwa setelah dikubur, manusia akan dimintai pertanggungjawaban.
Amal perbuatan apa yang telah kamu perbuat selama hidup di dunia? Bekal apa yang kamu kamu bawa ke alam kubur?
Tembang turu turi putih mengandungi pesan nasihat untuk mengingat mati, bagi persiapan  sebagai bekal kehidupan akhirat. Ingatlah bahawa syarat mati itu tidak harus tua, betapa banyak mereka yang meninggal di usia muda. cukuplah kiranya kematian itu sebagai nasihat, agar kehidupan yang singkat ini dapat kita lalui dengan penuh kesungguhan.

Wallahu A’lam bishowab.

Minggu, 10 September 2017

10 DAHSYATNYA KEUTAMAAN SOLAT SUBUH

Alangkah banyak yang merasa berat melaksanakan shalat Shubuh di pagi buta, saat kebanyakan manusia masih terlelap. Padahal keutamaan shalat Shubuh sungguh sangat banyak dan dahsyat, berikut 10 di antaranya:
1. Shalat Shubuh Berkaitan dengan Pembagian Rezeki
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya :
"Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari."
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya" (QS.Ath Thalaq : 2-3)
2. Shalat Shubuh setara dengan shalat malam semalam suntuk
  "Barang siapa yang melaksanakan shalat isya' secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh." (HR.Muslim)
4. Shalat Shubuh Membedakan Antara Mukmin dengan Munafik
Rasulullah SAW bersabda:
"Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya' dan Shubuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak ." (HR.Ahmad)
5. Shalat Shubuh adalah penyelamat dari neraka
Nabi SAW bersabda,
"Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya." (HR.Muslim)
Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat Shubuh dan Ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.
6. Shalat Shubuh adalah penyebab orang masuk surga
Nabi SAW bersabda,
"Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga"
Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.
7. Shalat Shubuh disaksikan malaikat
"Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka - 'Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?' Mereka menjawab, 'Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat'" (HR.Bukhari)
8. Shalat subuh adalah kunci kemenangan
"Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh." (HR Bukhari)
Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.
Tentara Mesir itu berkata, "Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan ,'hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia'"
Tentara Yahudi menjawab, "Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama banyak jamaahnya dengan shalat Jumat."
9. Mendapat perlindungan Allah
"Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh." (HR. Ibnu Majah). Hadits shohih.
10. Lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya
"Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR.Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,"Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya." (HR.Muslim)

SULUNG DAN BUNGSU

Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan dua orang anak laki-laki (sebut saja si-Sulung dan si-Bungsu). Pada suatu hari, sang Ayah mendadak sakit keras dan diprediksi sudah mendekati ajalnya. Menyadari akan hal ini, sang Ayah pun segera memanggil kedua anak laki-lakinya si-Sulung dan si-Bungsu.
Sesudah mereka berdua bersimpuh didekat Ayah berbaring, sang Ayah pun menyatakan permintaannya kepada mereka : “Kalian berdua harus berjanji kepada Ayah……, bahwa setelah Ayah meninggal dunia nanti, kalian berdua harus menepati 2 pesan terakhir Ayah”. Sambil terisak tangis dan suasana hati yang tidak karuan, Sulung dan Bungsu pun hanya dapat manggut-manggut melihat kondisi Ayahnya yang semakin kritis.
Begini kira-kira kedua pesan Ayahnya itu:
“PERTAMA, kalian harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian berdua TIDAK BOLEH MENAGIH PIUTANG kepada siapapun”. Tidak ada tindakan lain dari Sulung maupun Bungsu dalam menanggapi pesan PERTAMA Ayahnya itu selain mengatakan IYA KAMI BERJANJI dan menganggukkan kepala meski perasaan bingung menghinggapi kedua Anak tersebut.
“KEDUA, kalian berdua harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian berdua TIDAK BOLEH TERKENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG”. Semakin bingung-lah mereka terhadap permintaan Ayahnya. Tetapi sekali lagi keadaan lah yang memaksa mereka berdua untuk mengatakan IYA KAMI BERJANJI dan menganggukkan kepala.
Akhirnya sang Ayah pun meninggal dunia dengan tenang karena telah menyatakan pesannya kepada kedua Anaknya. Prosesi pemakaman pun berlangsung dan kehidupan harus terus berjalan, karena baik Sulung maupun Bungsu memiliki Wirausaha yang harus dijalankan sebagai sandaran hidup.
Hari berganti hari, Minggu berganti minggu, Bulan dan Tahun. Tidak terasa 5 tahun telah berlalu sejak kematian sang Ayah. Disinilah mulai tampak perbedaan yang sangat mencolok antara Sulung dan Bungsu. Sang Ibu sebagai orang di “Tengah” pun tanggap akan hal ini. Perbedaan yang paling nyata adalah soal EKONOMI / KEUANGAN. Sang Ibu merasa iba kepada nasib si-Bungsu yang ekonominya sangat amburadul dan boleh dikatakan mulai Gulung Tikar. Sebaliknya, sang Ibu pun bangga kepada nasih si-Sulung yang boleh dibilang sangat sukses dalam bidang ekonomi.
Tergelitik rasa penasaran, iba dan bangga yang bercampur jadi satu, sang Ibu pun mengunjungi si-Bungsu untuk menanyakan perihal nasibnya:
“Wahai Bungsu, mengapa nasib mu sedemikian malangnya anakku ???”.
Si Bungsu pun menjawab:
“Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah. PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH PIUTANG KEPADA SIAPAPUN. Sedangkan teman, kolega, client, dll tidak berniat untuk mengembalikan hutang mereka jika tidak ditagih, sehingga lama-kelamaan habislah modal saya Ibu. KEDUA, Ayah melarang saya untuk KENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG, itulah sebabnya pergi dan pulang dari Toko, saya selalu menggunakan jasa Taxi, karena saya hanya memiliki sepeda motor, sehingga modal saya lama-kelamaan habis Ibu”.
Melihat malangnya nasih Bungsu, sang Ibu pun menghibur dengan mengatakan
“ENGKAU MEMANG ANAK YANG BERBAKTI, KARENA ENGKAU MENJAGA JANJIMU KEPADA AYAH”.
Kemudian berkunjunglah sang Ibu ke kediaman Sulung. Kali ini suasana berubah 180 derajat. Si Sulung adalah orang yang kaya raya dan sangat makmur ekonominya. Penasaran, sang Ibu pun menanyakan perihal nasibnya :
“Wahai Sulung, mengapa nasibmu sedemikian beruntung anakku ???”.
Si Sulung pun menjawab: “Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah”.
Sang Ibu pun keheranan akan jawaban Sulung dan menanyakan dengan rasa penasaran yang tinggi,
“kok bisa begitu ???”.
Sulung pun menjawab :
“PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH PIUTANG KEPADA SIAPAPUN, oleh karena itu SAYA TIDAK PERNAH MEMBERIKAN HUTANG KEPADA SIAPAPUN, sehingga modal saya tetap. KEDUA, SAYA DILARANG KENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG, karena saya hanya memiliki sepeda motor, maka saya berangkat ke Toko pagi-pagi benar sebelum matahari terbit, dan pulang dari Toko malam benar setelah matahari terbenam, sehingga SEMUA LANGANAN SAYA TAHU BAHWA TOKO SAYA BUKA PALING PAGI & TUTUP PALING MALAM, sehingga Toko saya diserbu banyak pelanggan”.
Sang Ibu pun keheranan penuh kekaguman akan jawaban dari si-Sulung.
Selama ini anda selalu memerankan karakter Sulung / Bungsu ???
Semoga bermanfaat untuk menghadapi persoalan hidup apapun. Anda hanya tinggal memilih …… Sulung ……….. atau ……………..Bungsu?

Sabtu, 09 September 2017

                                     MUHASABAH DIRI
 
           Para kekasih Allah, tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka berduka cita.”(QS Yunus [10]:62.
Hati mereka bercahaya oleh keyakinan, sehingga keadaan mereka tidak berubah walaupun ketika mendapat musibah. Setiap mereka mendapat kesulitan atau kemudahan, rasa takut atau rasa aman, hina atau mulia, musibah atau kenikmatan, mata hati mereka akan segera melihat bahwa hal yang menimpa mereka memang telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh sebagaimana yang mereka alami saat itu, dan hal ini sudah menjadi ketetapan dari Allah Swt.
          Dalam diri mereka tidak ada keinginan atau hawa nafsu yang memberatkan mereka dalam menerima ketetapan Allah ini. Mereka menyambut ketetapan-Nya dengan wajah yang riang gembira dan berseri-seri. Mereka adalah orang-orang yang selalu rela dan bersabar.
Kebalikan dari mereka adalah orang-orang yang menerima ketetapan dari Allah dengan rasa tidak senang dan berat hati.
           Hal ini disebabkan karena keinginan mereka masih kuat dan hidup dalam diri mereka, ditambah dengan keyakinan yang lemah sehingga mereka tidak melihat adanya kehendak dan kasih sayang Allah pada mereka dalam menetapkan perkara tersebut. Mereka tidak merasakan adanya kenikmatan dalam menerima kehendak Allah ini. Kenikmatan menerima kehendak (yang seharusnya mereka rasakan) telah bercampur dengan pahitnya nafsu, sehingga kenikmatan tersebut lenyap terbawa pahitnya hawa nafsu, sebagaimana halnya kamu menemukan pahitnya obat, lalu kamu mencampurnya dengan madu atau gula dan sebagainya sehingga dapat mengalahkan rasa pahit serta menghilangkannya.
         Kenikmatan menerima kehendak Allah Swt dalam hatimu hanya dapat dirasakan sebatas kadar cintamu kepada-Nya. Dan kadar cintamu kepada-Nya dapat kau rasakan sejauh kadar ma’rifat (pengetahuan)mu akan kekuasaan-Nya. Semakin kamu mengenal-Nya bahwa Allah Swt adalah Yang Tertinggi di atas apapun maka semakin tinggilah kedudukan-Nya dalam dirimu, dan semakin cintalah kamu terhadap-Nya. Oleh karena itu, pepatah mengatakan, “Orang yang paling mencintai Allah adalah orang yang paling mengetahui-Nya dan paling mengenal-Nya.”
Yaa Allah..., beri aku KEBAHAGIAAN..
Allah berkata: "Tidak.., KUberi KEBERKAHAN, Kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai Keberkahan itu"

Kamis, 07 September 2017

RAHMATAN LIL’ALAMIN DARI BOROBUDUR
Nobel" Prize untuk Ummat Islam Magelang
Oleh: Emha Ainun Nadjib

Apa? Borobudur dikepung oleh 200.000 orang dari 185 Laskar dari seluruh Nusantara? Borobudur diputihkan? Borobudur dikepung? Apa-apaan ini? Aksi Bela Rohingya? Mau balas dendam? Nyawa bayar nyawa?
Kapolri Tito Karnavian, di Mekah, terloncat berdiri karena mendengar kabar itu. Ia mempercepat jadwal pulangnya dari berhaji. Langsung terbang ke Jakarta. Malam tiba, dan langsung mengadakan rapat khusus dengan para perwira Mabes.
Laskar apa itu yang berani-beraninya akan mengepung Candi Borobudur? Pasukan dari mana itu yang merencanakan kekejaman untuk mencederai Borobudur? Apakah karena Borobudur adalah monumen spiritual Kaum Budha sedunia, lantas harus menanggung balas dendam atas penderitaan Kaum Muslimin di Rohingya? Apakah mereka hendak merobohkan keajaiban dunia itu?
          185 Laskar dari berbagai daerah berkumpul di Magelang untuk bersama-sama menyerbu Borobudur? Laskar-laskar itu tak sekadar datang dari seputar Magelang, Yogya dan Semarang? Tapi juga dari daerah-daerah Jawa Tengah lainnya seperti Wonosobo, Temanggung, Solo, Klaten, Karanganyar, Salatiga dan lain-lain? Bahkan dari Lamongan, Mojokerto, Tasikmalaya, Tangerang, Riau? Yang dimaksud Laskar itu Peleton, Kompi atau Batalyon? Berapa jumlah mereka?
          Mau apa ini Ummat Islam? Anak-anak siapa saja yang memimpin Laskar-laskar itu? Pernah sekolah apa nggak? Tahu Borobudur apa tidak? Pernah membaca fakta-fakta tentang Borobudur atau belum? Apa Guru-guru mereka di Sekolah juga tidak mengerti betapa dahsyat karya Borobudur? Tahu nggak mereka bahwa Borobudur dibangun sejak sebelum Nabi Muhammad lahir dan belum selesai hingga wafatnya beliau?
           Coba kumpulkan wakil-wakil dari 185 Laskar itu, tanyakan kepada mereka berapa juta jumlah blok batu yang diperlukan untuk membangun Borobudur? Batu-batu itu diambil dari mana? Bagaimana cara mengangkat jutaan batu itu sampai setinggi itu tumpukannya? Bagaimana membuat desain arsitektur untuk sekian ribu panel reliefnya? Sekian ratus pancuran airnya? Lebih banyak ratus lagi patung-patung stupanya? Bagaimana perencanaan dan praktik memastikan ikatan antara jutaan blok batu-batu besar hanya dengan sistem sambungan ekor burung?
          Bagaimana merundingkan dan menyepakati draf muatan dan desain relief-relief sebegitu banyak? Tak usah bertanya kepada mereka apa makna filosofis Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Tanyakan bagaimana mempersatukan “madzhab-madzhab” untuk menyepakati penggolongannya? Seleksi kandungan isi cerita relief? Bagaimana mewujudkan draf desain itu? Hanya lewat pembicaraan? Atau tergambar di lontar? Atau secara telepati? Atau langsung dipahat hanya dengan pengarahan makro?
Bagaimana sistem manajemen pekerjaan sebesar itu? Siapa kepala EO-nya? Apakah pemborongnya berpengalaman membangun Pyramid? Siapa yang bertanggung jawab atas komplikasi pekerjaan itu? Anggarannya bocor atau tidak? Bagaimana sistem kontrolnya? Formula pemerintahannya semodern apa? Bagaimana dengan mess atau asrama para pekerja? Bagaimana logistik konsumsi dan akomodasinya? Apa menu makanan dan minuman saat itu? Apa alat makan saat itu? Bagaimana sistem sanitasi? Apa hiburan masyarakat waktu itu, agar tidak jenuh oleh pekerjaan raksasa itu?
Berapa generasi Pemerintahan yang bersetia dan konsisten untuk kontinu menerapkan program pembangunan selama 75 tahun? Apakah tidak terjadi pergantian kurikulum oleh puluhan Menteri yang berganti-ganti? Kenapa pemimpin mau meneruskan pembangunan yang dirintis oleh pemimpin sebelumnya, dan kelak yang mendapat nama baik adalah pemimpin berikutnya? Apakah master plan pembangunan Borobodur tidak diamandemen oleh penguasa berikutnya? Seberapa matang karakter kepemimpinan pada waktu itu?
             Silakan datang Laskar-laskar itu ke Borobudur asalkan untuk belajar. Borobudur tetap berdiri megah setelah 14 abad: sebutkan satu atau dua gedung di Jakarta atau kota manapun di Indonesia yang akan masih utuh 14 abad kelak? Tanyakan kepada sekian ratus ribu Arsitek tanah air, bersedia dan mampukah mereka kita biayai untuk membangun seri berikutnya dari Borobudur? Yang tak usah lebih megah dan kuat? Cukup menyamainya saja? Bisakah ditemukan satu saja perupa dari Indonesia atau seluruh dunia, yang mampu membikin satu relief saja yang sehidup, semutu dan serealistis yang terpampang di dinding-dinding Borobudur?
             Tahukah Laskar-laskar itu bahwa Borobudur bukan Mal? Bukan bangunan yang dibiayai dengan uang untuk tujuan memperbesar dan memperluas perputaran uang? Tanyakan kepada setiap Presidenmu, semua Menterimu, seluruh anggota lembaga perwakilan rakyatmu: berapa kira-kira biaya yang diperlukan dengan standar keuangan saat ini — untuk membangun Borobudur? Andaikan uang Negaramu mencukupi, mungkinkah semua pihak yang memegang otoritas keuangan menyepakati bahwa anggaran sebesar itu digunakan untuk mendirikan Bangunan Nilai? Bangunan Spiritual? Bangunan Rohani?
    Borobudur adalah satu dari tujuh keajaiban dunia. Selama kita menyelenggarakan NKRI tak satu hasil karya pun yang bisa kita banggakan kepada dunia, sekualitas dan seberwibawa Borobudur. NKRI sangat ditolong oleh nenek moyangnya, tanpa pernah menunjukkan apresiasinya terhadap tingginya peradaban nenek moyangnya. Kita hanya mengambil keuntungan dan gengsi dari Borobudur, tetapi tidak menghargai nilai-nilai peradaban manusia yang melahirkan Borobudur. Dan sekarang ada 185 Laskar dari seantero Negeri mau mengepung dan mengancam Borobudur? Siapa mereka ini? Besar amat kepala mereka?
            Sudah pasti Kepolisian lokal dan regional menyerahkan hal tanggal 8 ini ke Mabes. Tidak berani menanggung risiko-risikonya. Apalagi tanggal 9 nya Jokowi datang. Tapi tiba-tiba malam itu saya ditelepon oleh salah seorang anak saya. “Masyaallah Cak, saya tidak menyangka ajakan saya untuk unjuk solidaritas kepada saudara-saudara kita di Rohingya, ternyata disambut besar-besaran. Saya tidak menyangka setinggi itu animonya dan seluas itu resonansinya…”, katanya, kemudian ia menjelaskan panjang lebar segala sesuatunya.
"Apakah kalian akan berdemo di Candi Borobudur?", saya langsung desak.
"Tidak, Cak", jawabnya.
"Apakah karena Rohingya kalian akan menyerbu Borobudur dan ummat Budha?"
"Siapa bilang Cak? Kalau mau menjahati Borobudur, kenapa nunggu Rohingya? Selama hidup kami tinggal di seputar Bodobudur, kami punya kesempatan puluhan tahun untuk merusak Borobudur. Tapi kami menjaganya. Merawatnya. Mengamankannya…”
Ya juga sih. Ummat Islam penduduk mayoritas di Magelang dan Kecamatan Borobudur. Mereka membuktikan bahwa merekalah pagar keamanan Borobudur. Bahkan sejak jauh sebelum ada NKRI. Saya berpikir untuk kasih Hadiah “Nobel” untuk Ummat Islam Magelang, khususnya Kecamatan Borobudur.
Kemudian dia kirimkan foto-foto mereka bersama Bhikkhu Sri Panavaro, juga teman-teman Walubi. Juga daftar 185 Laskar. "Kami semua sepakat dalam keprihatinan kemanusiaan atas situasi Rohingya, bukan permusuhan antar pemeluk Agama”.
Paginya, Pak Tito Karnavian langsung kirim utusan ke Yogya, dan langsung saya pertemukan dengan sejumlah Kumendam Laskar-laskar yang bertanggung jawab atas rencana gerakan itu. Pertemuan itu tentu saja tidak mengundang wartawan, apalagi divideo kemudian diusahakan memviralkannya.
           Judul saya ubah menjadi “Rahmatan Lil’alamin Dari Borobudur”. Para Laskar, Kepolisian, semua perangkat Pemerintahan, dengan merangkul semua tokoh Ormas-ormas, tentu saja Bhikkhu Panavaro, teman Walubi dan semua diaspirasikan untuk menjadi “Satu Tim NKRI” untuk menduniakan sikap tegas secara kebenaran, bijaksana secara politik dan santun secara budaya.
Bikin garis demarkasi untuk memastikan keamanan Candi Borobudur. Pusatkan semuanya di Masjid. Muatan Gerakan ini adalah Wirid, Shalawat, doa-doa Istighotsah. Dan satu-satunya output tekstualnya adalah Deklarasi tertulis yang rasional dan bijaksana. Mudah-mudahan semua masuk sorga bersama dengan semua yang dianiaya di Rohingya. Para laskar sejak awal menjamin: “Kami tidak makar, tidak melakukan teror dan tidak kriminal”.
Anak-anak muda ini memanifestasikan nurani kemanusiaannya dan bersedekah empati. Selebihnya, ini semua kita hidup di dunia yang mengaku modern, demokratis dan ber-hak asasi manusia. Ada organisasi dan manajemen di muka bumi ini untuk keamanan bersama. Ada PBB. Ada Dewan Keamanan Dunia. Ada OKI. Ada Negara-Negara Islam Timur Tengah yang kaya raya. Ada Pemerintah NKRI, Negara terbesar penduduk Muslimnya. Ada NU dan Muhammadiyah yang raksasa. Ada MUI. Mereka yang berkewajiban untuk menemukan kunci sejarah. Termasuk memojokkan Inggris untuk membuka dokumen-dokumen otentik tentang Myanmar. Supaya dunia tahu siapa sebenarnya warga Myanmar, dan siapa Rohingya ini sehingga dihardik dan dianiaya.
Indonesia adalah warga dunia. Rohingya tidak membuat Indonesia bertengkar di antara mereka. Rakyat jangan terlalu sakit jiwa terhadap Pemerintahnya, dan Pemerintah jangan parno dengan selalu memperlakukan rakyat sebagai musuhnya.
          Demikian. Kalau ada gorengan di Medsos, kesepakatan Rahmatan Lil'alamin ini adalah korban yang digoreng, bukan yang menggoreng. Juga kalau ada penelusupan, penunggangan dan subversi — Satu TIM NKRI ini korban yang ditelusupi, ditunggangi dan disubversi. Bukan sebaliknya.
           Terakhir, yang terutama saya tuliskan di sini adalah bukan siapa melakukan apa, siapa mengumumkan apa, siapa mengklaim jasa apa dan berupaya memviralkannya melainkan kegembiraan rahmatan lil'alamin yang disepakati.

Yogya, 7 September 2017

Selasa, 05 September 2017

AKIBAT SUKA SHOLAT DI UJUNG WAKTU

Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.
Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali ada orang yang mampu membantunya.
Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu bersedekah dan rajin membaca al-Quran.
Dia terus menjerit lagi, namun tidak ada seorangpun yang tampil membantunya.
Para malaikat terus menyeret dia. Dan ... mereka semakin dekat dengan kawah api neraka.
Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir. Dia teringat ...
Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka"
Dia menjerit lagi sekuat tenaga:
"Solat saya? Solat saya? Doa saya?"
Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya.
Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.
Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah neraka.
Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.
Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa tangannya diraih oleh satu lengan.
Dia ditarik kembali ke atas.
Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya.
Pria itu kelihatannya sangat daif.
Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria tua itu:
"Siapakah anda?"
Orang tua itu menjawab: "Akulah sholat anda"
"Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ? kenapa ...?."
Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata:
"Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu laksanakan saya pada saat-saat akhir !!"
"Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu ..
"Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.
"Kamu ingatkah itu semua ??"
Penjelasan pria tua itu mengejutkannya dari tidur ...
Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat ketakutan ...
Ya Allah.. Aku mimpi... 
Tapi seperti nyata ..
Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan menandai masuknya waktu shalat ashar.
Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia telah mendapat petunjuk yang maha benar.
Sebarkan kisah ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda. Mungkin anda dapat membantu mereka agar mulai sekarang mau menunaikan sholat tepat waktu.