InspirasI

Sabtu, 04 November 2017

UMAR MENGADU KEPADA RASULULLOH SAW

Sejenak Pagi:
Suatu hari Umar Bin Khattab Alfaruq mengadu kepada Rasululloh SAW akan sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq yang mengganggu pikirannya.
Umar berkata:
"Wahai Rasululloh, ijinkan aku mengungkapkan keresahan hatiku akan apa yang telah Abu Bakar lakukan terhadap diriku."
Dengan lembut Rasululloh menjawab:
"Damaikan hatimu sahabatku, lalu teruskan maksud hatimu".
Setelah tenang, Umar kembali berkata:
"Suatu waktu, Abu Bakar bertemu dengan ku, akan tetapi dia tidak langsung memberi salam kepadaku, dia menunggu aku yg terlebih dahulu mengucapkan salam kepadanya. Aku tidak tahu apa salahku padanya."
Rasululloh SAW *tidak ingin masalah ini mengganggu persahabatan diantara kedua sahabat yang sangat dicintainya ini.
Maka Rasululloh pun _meminta Abu Bakar dihadapkan bersama agar dapat menjelaskan perihal yang sebenarnya.
Dan ketika Abu bakar hadir ditempat, maka Rasululloh pun bertanya kepada dirinya akan prasangka kerenggangannya dengan Umar.
Maka Abu bakar pun menjawab dengan jawaban santun penuh kasih sayang yang membuat tangis seisi ruangan.
Katanya:
"Wahai Rasululloh, aku pernah mendengar Engkau bersabda:
"Bahwasanya orang yg lebih dahulu mengucapkan salam kepada saudaranya, maka Alloh akan membangunkan untuknya satu istana di dalam syurga".*
"Maka aku ingin istana tersebut *menjadi miliknya Umar Bin Khattab sahabatku tercinta"
Maka Umar pun menangis mendengar jawabannya dan memeluk erat sahabat mulianya itu.
Yaa Alloh berikanlah kepada kami sahabat seperti mereka wahai dzat yang maha mulia. Aamiin
Al-Hasan al-Bashri:
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat nanti."
Abul Hasan as-Sadzili:
"Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Alloh, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Alloh."

Jumat, 03 November 2017

DIA PERGI DAN TAK PERNAH KEMBALI

Muhammad bin Al Munkadir Rahimahullah menceritakan kejadian hari itu:
Ada satu tiang diMasjid yang sudah aku anggap sebagai tiang milikku, karena terlalu seringnya aku menggunakannya sebagai sandaran dan sutrah.
Waktu itu penduduk madinah tertimpa  kemarau. Sekian lama tidak turun hujan. Maka para ulama dan penduduk sekitar beristisqo' (meminta hujan) kepada Allah. Berulangkali mereka adakan shalat istisqo' namun dengan hikmahNya, Allah belum juga menurunkan hujan.
Tibalah Malam itu, setelah sholat isya' ketika aku sedang bersandar ke salah satu tiang, tiba-tiba masuk seorang laki-laki hitam (karena gelapnya malam) mengenakan pakaian tebal dan bersarung. Ia berdiri di depanku dan sholat 2 rakaat.
Setelah itu ia berdo'a:
"Duhai Rabbku, penduduk tanah haram (madinah) berulang kali memohon turunnya hujan kepadaMu, namun belum juga Engkau kabulkan. Maka malam ini Yaa Rabb, aku berjanji tidak akan pernah berhenti berdoa hingga Engkau turunkan hujan.."
Kedua tangannya belum turun, ia terus berdoa.Hingga akhirnya akupun mendengar suara guntur dan guyuran hujan. Dan malam itu hujan benar-benar turun begitu deras, hingga membuatku tidak bisa pulang.
Dalam hatiku, ada decak kagum terhadap orang ini.
Bayangkan, para ulama dan penduduk Madinah berulangkali meminta hujan dan belum terkabulkan. Namun ketika laki-laki ini berdoa, Allah langsung turunkan hujan. Itulah yg membuat Muhammad bin Al Munkadir penasaran, Siapakah laki-laki itu?
Muhammad bin Al Munkadir Rahimahullah melanjutkan ceritanya..Setelah turun hujan, laki-laki ini berkata: "Duhai Rabbku, siapalah aku sehingga Engkau sudi mengabulkan permohonanku!? Segala puji bagiMu Yaa Rabb, malam ini aku akan terus sholat sebagai  bentuk ungkapan rasa syukurku kepadaMu.."
Kemudian ia bangkit membenahi posisi sarungnya dan sholat hingga menjelang subuh.Setelah subuh aku berniat mengikutinya. Namun aku kehilangan jejak dan tidak tahu kemana ia pergi.
Keesokan harinya setelah subuh, aku kembali membuntutinya hingga sampai didepan rumahnya.Saat itu, barulah aku tahu dimana ia tinggal.
Ketika siang hari Aku menyengaja datang bertamu kerumahnya.Ooh ternyata ia hanya seorang pembuat sepatu..Melihat kedatanganku Ia menyambut: "Selamat datang Abu Abdullah Muhammad bin Al Munkadir (seorang alim yg terkenal), ada yg bisa Aku bantu?"
"Apakah engkau orang yang berdoa dimalam itu?" Tanyaku singkat.
Seketika wajahnya berubah legam padam dan berteriak: _"Ibnul Munkadir, Kenapa engkau bertanya seperti itu?.

Ia terlihat sangat geram dan marah. Sehingga Akupun memutuskan untuk harus segera pergi.
Hari berikutnya, Aku menantinya di masjid..Akan tetapi dari malam hingga subuh aku sama sekali tidak melihatnya.Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.., ada apa ini?  Apa yang telah Aku perbuat padanya?   sesalku dalam hati.
Pagi itu, selesai berdzikir aku pun bergegas mendatangi rumahnya. Namun aku mendapati pintu rumah terbuka dan kosong tidak ada seorangpun didalamnya.
Pemilik rumah kontrakan tersebut datang dan menanyaiku:
"Wahai Muhammad bin Al Munkadir, apa yang telah engkau katakan padanya, hingga ia pergi?
Lantas Akupun balik bertanya:
"Memang kenapa?"
Ia menjawab:
"Kemarin, setelah kau pergi, ia bergegas mengemasi semua barang dalam kainnya lalu ia pergi, entah kemana aku juga tidak tahu..?_
Subhanallah..
Muhammad bin Al Munkadir mengatakan:
"Aku tidak menyisakan satu rumahpun di Madinah kecuali telah aku tanyakan kepada mereka keberadaannya, namun semua itu nihil, dan aku belum juga menemukan dirinya hingga kini. Semoga Allah senantiasa merahmatinya"
(Dinukil dari kitab Sifatu Shofwah 2/190-192)
"Mungkin Anda bisa membantu, kemana laki-laki sholeh itu pergi??!"
Saudaraku..
Tahukah engkau, bahwa sebenarnya ia sedang  pergi  dari ketenaran dan dikenal banyak orang..
Menuju keterasingan dan kesendirian agar bisa lebih tulus dalam beribadah.
Bayangkan, ia sama sekali tidak kembali..
Walaupun sekedar untuk sedikit mencicipi.
Tapi ia tidak kembali,  Karena ia paham, popularitas adalah fitnah.
Untukmu..
Ya, untukmu.. jiwa yang selalu tebar pesona, tebar selfie ketika beramal, yang menggebu-gebu agar banyak dikenal orang, naik ratingnya, banyak fans dan followers nya.._
Sehingga mempengaruhi motivasinya dalam beribadah dan beramal.
Ketahuilah, Anda salah haluan!!
Seharusnya, prioritas kita adalah  harum di langit, sekalipun tidak pernah terdengar gaungnya oleh penduduk bumi.
Semoga menjadi pribadi yang lebih baik.

AYAH  DAN BUNDA YANG BAIK

Tiada yg kebetulan dalam penciptaan, Allah SWT pasti punya maksud menciptakan segala sesuatu. Dan setiap ciptaan pasti punya tugas spesifik yang harus ditunaikan.
Pertemuan ayah dan bunda dalam pernikahan bukanlah kebetulan, pasti ada maksudnya, pasti ada tugas spesifiknya yg harus ditunaikan, nah itulah Misi Keluarga atau Misi Pernikahan.Misi keluarga ini bukan main main, jika berhasil ditemukan, dituliskan, disepakati bersama, maka akan semakin menambah ikatan cinta di dalam keluarga, menjadi ketenangan dan keberkahan serta kebermanfaat utk keluarga dan juga utk ummat.
Nabi Ibrahiem AS adalah qudwah hasanah selain Nabi Muhammad SAW.
Diantara uswah Nabi Ibrahiem AS adalah seorang ayah yang sangat kaya misi dan visi. AlQuran mengabadikannya dalam doa-doa  yang dinarasikan beliau. 
Misi ini sebenarnya adalah narasi peradaban seorang ayah, mau dibawa kemana keluarganya. Pernikahan bukanlah peristiwa kebetulan, ia adalah peristiwa besar peradaban, di dalamnya ada tugas-tugas yang Allah berikan, juga di dalamnya ada generasi peradaban yg dididik dan dibesarkan sesuai fitrahnya, shg mencapai peran2 peradaban. Maka sebuah keluargapun seharusnya punya tugas atau peran peradaban, yg disebut dgn misi keluarga.
Boleh saja mengalir menemukan misi keluarga, namun makin mengkristal bukan makin gak jelas. Maka sederhananya adalah temukan saja aktifitas bersama yang dilakukan dengan penuh bahagia, semakin merekatkan cinta, seru dan produktif, hasilnya banyak manfaat untuk ummat. Nah itulah Misi Keluarga. 
Jika ditemukan, maka itulah kebahagiaan hakiki sebuah keluarga, karena mereka telah menemukan tugas atau peran spesifiknya di muka bumi, yg jika misi ini selesai dituntaskan maka tercapailah maksud pernikahannya utk beribadah kpd Allah.
Tanpa misi, maka keluarga ibarat kapal terbang yang tak punya rute dan destinasi.
         Tanpa misi, maka sulit pernikahan kita mencapai maksud penciptaannya untuk beribadah kepada Allah . 
Temukanlah Misi Keluarga kita. Inilah rahasia para keluarga hebat sepanjang sejarah, rahasia cinta hebat suami kepada istri dan anak-anaknya.

Rabu, 01 November 2017


MUHASABAH DIRI

Ada seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah. Di sepanjang jalan, di banyak rumah makan, dia melihat orang-orang makan daging. Dia pun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati jengkel.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dengan kedelai.
Dia berkata pada istrinya, “Bagaimana hidup kita ini..? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.."
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya.. Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam :
“Segala puji bagi Alloh subhanahu wata'ala yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga..”
Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam :
"Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Alloh..”
Saudara dan sahabatku..
Rezeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya.. Jangan berharap mengalir seperti banjir, jikalau tak bisa berenang maka bisa tenggelam..
"Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan duniawi, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan..
Berkata Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu :
“Barangsiapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya, maka nilai seseorang tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya.."
Duluu..
Saya pikir,  rizqi itu berwujud uang, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan, punya banyak asset disana-sini, intinya : harta..
Setelah mencari tahu apa  makna rizqi dalam Islam (sesuai yang tertera dalam Al Qur'an dan Hadits), rupanya saya salah besar..
Ternyata..
 Langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rizqi..
 Langkah kaki yang dimudahkan untuk shalat berjama'ah di masjid, adalah rizqi..
 Hati yang Alloh jaga jauh dari iri, dengki, dan kebencian, adalah rizqi..
 Punya teman-teman yang shalih dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rizqi..
 Saat keadaan sulit penuh keterbatasan, itu juga rizqi.. 
Mungkin jika dalam keadaan sebaliknya, justru membuat kita kufur, sombong, bahkan lupa diri..
 Punya orang tua yang sakit-sakitan, adalah rizqi, karena merupakan ladang amal pembuka pintu surga..
 Tubuh yang sehat, adalah rizqi.. 
Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rizqi karena sakit adalah penggugur dosa..
 Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk-bentuk rizqi yang tidak kita sadari..
Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kebahagiaan, *padahal begitu banyak hak Alloh yang tidak kita tunaikan;
Itulah : Istidraj..(tertipu dgn nikmat Alloh)
Nasrun MinAlloh wa Fathun Qarriib.. Wa bashshiril Mu'minin..._
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat..

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Minggu, 29 Oktober 2017

7 MACAM TEMAN
(hanya 1 yang sampai di akhirat)

1. Ta’aruffan
yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bus, dan lain nya.
2. Taariiihan
yaitu teman karena faktor sejarah, teman sekampung, sekost, se'almamater dan lainnya.
3. Ahammiyyatan
yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik dan lainnya)
4. Faarihan
yaitu teman karean sehobi (hobby motor, nyanyi, futsal dan lainnya).
5. Amalan
yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dan lainnya.
6. Aduwwan
yaitu teman yang terlihat seperti baik, tapi sebenarnya penuh kekebencian ... .
7. Hubban Iimaanan
yaitu teman yan suka MENGINGATKAN-mu serta  MENGAJAK-mu selalu ke jalan Allah SWT
Dari ke 7 macam teman ini, no.1-6 akan sirna diakhirat, dan yang tersisa hanya teman no.7  namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak menghasilkan duniawi, apalagi urusan materi.
Padahal diakhirat nanti, teman no.7 inilah yang akan diberi SYAFAAT untuk membantu kita masuk ke dalam surgaNYA ... persahabatan yang dilandaskan karena Allah (QS 49:10)
Apabila penghuni surga tidak menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah SWT : "Yaa Rabb...kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami." Maka Allah SWT berseru :
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah."
(HR Ibnu Mubarokh)
Semoga Allah SWT bisa mengumpulkan kita di akhirat di dalam Jannah FirdausNya*


DI DUNIA ADA 4 MACAM SIFAT BANGSA

Sejenak menyimak Humor Gus Dur
Konon, di dunia ini ada 4 macam sifat bangsa :
1) Sedikit bicara, sedikit kerja (Nigeria, Angola).
2) Sedikit bicara, banyak kerja (Jepang, Korsel).
3) Banyak bicara, banyak kerja (Amerika, China).
4) Banyak bicara, sedikit kerja (Pakistan, India).
Seseorang bertanya : "Kalau bangsa Indonesia, masuk yg mana Gus..??"
Gus Dur : "Tidak bisa dimasukkan di antara yg empat itu..."
"Lohh...Kenapa Gus..??"
Gus Dur : "Karena di Indonesia, yg dibicarakan beda dengan yg dikerjakan..."

Jumat, 27 Oktober 2017


12 ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT

Berikut Golongan-golongan yang dido'akan oleh Malaikat:

1. ORANG YANG TIDUR DALAM KEADAAN BERSUCI.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdo'a; Yaa Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. ORANG YANG SEDANG DUDUK MENUNGGU WAKTU SHOLAT.
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para Malaikat akan mendo'akannya; Yaa Allah, ampunilah ia. Yaa Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. ORANG-ORANG YANG BERADA DI SHAF BARISAN DEPAN DI DALAM SHOLAT BERJAMA'AH.
"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. ORANG YANG MENYAMBUNG SHAF DALAM SHOLAT BERJAMA'AH (TIDAK MEMBIARKAN KOSONG DI DALAM SHAF).
"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. PARA MALAIKAT MENGUCAPKAN "AAMIIN" KETIKA SEORANG IMAM SELESAI MEMBACA AL-FATIHAH.
"Jika seorang Imam membaca; Ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhoolinn', maka ucapkanlah oleh kalian "Aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan Malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. ORANG YANG DUDUK DI TEMPAT SHOLATNYA (BERDIZIK DAN BERDO'A), SETELAH MELAKUKAN SHOLAT.

"Para Malaikat akan selalu bershalawat (berdo'a) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para Malaikat) berkata; Yaa Allah ampunilah dan sayangilah ia."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN SHOLAT SHUBUH DAN ASHAR SECARA BERJAMA'AH.
"Para Malaikat berkumpul pada saat Sholat Shubuh lalu para Malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Shubuh) naik (ke langit), dan Malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu Sholat 'Ashar dan Malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga Sholat 'Ashar) naik (ke langit) sedangkan Malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan Sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan Sholat, maka ampunilah mereka pada hari Kiamat."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. ORANG YANG MENDO'AKAN SAUDARANYA, TANPA SEPENGETAHUAN ORANG YANG DIDO'AKAN.
"Do'a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido'akannya adalah do'a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang Malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdo'a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata;  "Aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan."
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)

9. ORANG-ORANG YANG BERINFAK.
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya, kecuali 2 (Dua) Malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Yaa Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Yaa Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)".
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. ORANG YANG SEDANG MAKAN SAHUR.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdo'a ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "Sunnah".
(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. ORANG YANG SEDANG MENJENGUK ORANG SAKIT.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 (Tujuh Puluh Ribu) Malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga Shubuh."
(HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)
12. SESEORANG YANG SEDANG MENGAJARKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."
(Al-Hadits dari Abu Umamah Al-Bahily).
Semoga kita menjadi salah satu orang yang selalu di do'akan Malaikat...