InspirasI

Selasa, 04 November 2014

SURGA DAN KLAIM YANG MEMILIKI




Dalam pandangan agamaku Islam Surga adalah tujuan akhir dalam proses panjang perjalanan hidup manusia yang beriman. Suasana surge serba berkebalikan dengan suasana di Neraka yang identik dengan tempat penyiksaan dan penebus dosa. Surga digambarkan sebagai kehidupan yang penuh rahmat, yang hidup ditemani bidadari yang takkan pernah layu di makan zaman, di surga disediakan apapun yang kita inginkan. Rumah, piring, mangkuk, gelas, dan semua peralatan terbuat dari emas. Pendek kata, hidup di surga adalah hidup yang penuh kenikmatan. Namun untuk bisa masuk ke dalam surga memerlukan tiket yang harus dibeli pada saat hidup di dunia ini, tiket tersebut harus dibeli dengan iman dan amal shaleh, atau dalam bahasa awamnya keyakinan dan perbuatan baik.
Sebagai sebuah tujuan akhir yang penuh kenikmatan, surga selalu dijadikan alat atau wahana sebagai ingatan bagi seseorang untuk mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan tercela dan sebaliknya berbanyak-banyak berbuat baik, dengan satu harapan  agar kelak masuk surga.

Menjalankan keyakinan beragama.
Disinilah peran agama atau keyakinan bermain, dimana agama atau keyakinan sebagai benteng penjaga moral selalu menjanjikan siapapun pemeluknya yang benar-benar beriman dan berbuat baik akan mendapat ganjaran kelak masuk surga. Tidak ada yang salah dalam konsep agama atau keyakinan apapun yang menjanjikan surga tersebut, sebab Allah sebagai pemberi wahyu keagamaan memang secara jelas memberikan jaminan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh sebuah surga yang penuh kenikmatan.
Sebagai benteng penjaga moral, sudah semestinya konsep agama atau keyakinan harus diterangkan secara baik dan benar, agar masyarakat pada umumnya bisa memahami konsep agama atau keyakinan dengan baik dan benar, dan mampu mengejawantahkan nilai-nilai luhur agama atau keyakinan tersebut dalam praktek kehidupan dengan baik dan benar, sehingga surga yang dijanjikan Allah dan menjadi tujuan akhir setiap orang tersebut benar-benar bisa menjadi miliknya kelak.
Namun sangat disayangkan, dikarenakan begitu besarnya harapan setiap orang untuk bisa masuk surga justru surga dijadikan alat atau wahana bagi sebagian juru dakwah atau seseorang yang memiliki keyakinan atau pemahaman tertentu untuk mempengaruhi orang lain atau masyarakat agar mau mengikuti keyakinan atau pemahaman sang juru dakwah tersebut. Lebih parah lagi jika transfer pemahaman atau proses penyampaian keyakinan atau pemahaman tersebut kepada masyarakat awam dilakukan dengan cara memaksakan kehendak ; seperti dengan mengatakan keyakinan atau pemahaman kelompok mereka saja yang benar ; atau dengan melarang melakukan perbuatan baik (amal shaleh) yang sudah menjadi adat kebiasaan atau budaya masyarakat dengan dalil-dalil penafsiran sendiri dengan mengatas-namakan Allah padahal faktanya Allah sendiri tidak menyebutkan dalil-dalil tersebut dalam Al-Quran.
Akan menjadi persoalan besar ketika ceramah para para juru dakwah adalah memiliki agenda tertentu atau pemahaman tertentu yang merasa paling benar sendiri, pada akhirnya proses penyampaian dakwah akan menyimpang dari waton-waton Islam yang semestinya penuh rahmat (rahmatan li l-alamin) ; seperti menyalahkan pemahaman orang lain, menyalahkan cara hidup orang lain, menyalahkan praktek atau ibadah orang lain, dan menyalahkan agama-agama lain. Sehingga ceramah bukan lagi memakai waton tetapi menjadi waton ceramah. Surga bukanlah milik kelompok, partai atau apapun juga.
Menjalankan Agama dengan keyakinan
Surga milik Alloh SWT semata, bukan milik organisasi tertentu. Jadi mau milih model Islam apa, itu masalah selera..yang TERPENTING adalah kita hidup sekali ini harus sukses masuk surga selamat dari neraka Alloh SWT dan memang Alloh dan Rasul-Nya sudah memberi tuntunannya, sudah ada aturan mainnya, sudah ada rel nya..supaya tahu tidak tersesat dan berada di jalur yang benar, ya tentunya dengan mempelajari isi Quran Hadits dan mengamalkannya sesuai kemampuan kita. Jadi, jawabannya adalah “kita harus belajar ilmu agama!”
Allah SWT telah menurunkan Wahyu kepada kepada Nabi Muhammad SAW, yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih. Beliau memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya:
“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga keduanya menghantarku ke telaga (Surga).” (Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’)
Golongan Yang Selamat akan kembali (merujuk) kepada Kalamullah dan RasulNya tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka,
Sebagai realisasi dari firman Allah:
…’“Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibat-nya.” (An-Nisaa’: 59)
…“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisaa’: 65)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang akan terjadi perselisihan yang banyak setelah meninggalnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dalam sabdanya:
“Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku (ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, red) dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedangkan setiap bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).” (HR. Nasa’i dan At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih).
Intinya kita memang jangan selalu menyalahkan, bahkan menghujat.. siapa yang benar, siapa yang sesat jika kita pintar kita akan berdiri di tengah menjadi yang netral… mengambil apa yang baik… dan yang pasti tujuan Sholat kita menyembah Allah SWT… bukan yang lain.

IMAN dan AMAL SHALEH, dan itulah kunci masuk SURGA
Meyakini agama atau keyakinan yang kita anut adalah suatu keharusan (wajib). Dan dengan keyakinan tersebut hendaknya dapat mengejawantah pada hati yang baik dan bersih dari penyakit hati seperti iri, dengki, kikir, riak, tamak, takabur dan sebagainya. Kemudian diiringi dengan tutur kata yang baik dan menyejukkan, jauh dari ucapan-ucapan yang menyakiti atau menjelek-jelekkan atau menyalahkan apalagi memfitnah orang lain. Serta ditindak-lanjuti dengan perbuatan-perbuatan atau ibadah-ibadah hidupnya yang senantiasa baik dan memberikan kenyamanan bagi orang lain. Itulah IMAN dan AMAL SHALEH, dan itulah kunci masuk SURGA. Surga Milik Orang-orang Beriman dan Berbuat Baik” tulus ikhlas tanpa ada tendensi apapun selain mengharap ridha kepada Allah SWT. Jika sekiranya ada perbedaan-perbedaan pemahaman atau perbedaan pendapat diharapkan bisa menjadi sebuah kemajemukan dalam ber-Islam dan saling menyadari dari sudut manapun kita melangkah, intinya tetap menyembah satu Allah, dan sama-sama mengharap semoga Islam kita sama-sama menjadi rahmat bagi alam, dan jalan hidup yang kita tempuh di dunia ini bisa menjadi kunci untuk masuk surga kelak di akherat

Senin, 03 November 2014

10 Muharram Puasa Yahudi dan Muslim(dan sejarahnya)

       Muharram adalah salah satu bulan yang didalamnya terdapat puasa yang sangat disunnahkan(muakkad). Dimana pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Pun juga Nabi Musa dan umatnya, umat Yahudi. Puasa Nabi Musa dan umatnya adalah sebagai rasa syukur atas pertolongan Allah.
         Betapa pentingnya hari tersebut bagi para Nabi beserta ummatnya terdahulu. Asyura atau tanggal 10 Muharram merupakan peringatan terjadinya beberapa peristiwa penting bagi penciptaan Allah dan para Nabiyallah yaitu:
1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah dan dipertemukan dengan Siti Hawa.
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
7. Penglihatan Nabi Ya’kub yang kabur dipulihkkan Allah.
8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.
9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.
12. Nabi Sulaiman dikaruniakan Allah kerajaan yang besar.
13. Nabi Isa diangkat ke langit.
14. Nabi Muhammad saw. terbebas dari racun orang-orang Yahudi.
15. Hari pertama Allah menciptakan alam.
16. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
17. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
18. Allah menjadikan 'Arsy.
19. Allah menjadikan Lauh Al-Mahfuz.
20. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
        Beliau ditanya mengenai keutamaan puasa 'Asyuro(10 Muharram), dan beliau menjawab:''...Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).
Dari Ibnu Abbas ra. berkata Rasulullah saw. bersabda:"Siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) maka Allah SWT akan memberi kepadanya pahala 10.000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah SWT akan menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari ‘Asyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh umat Rasulullah saw. yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."
         Umat Yahudi hanya berpuasa pada hari itu saja(10 Muharram) . Sehingga agar tidak menyerupai dengan umat Yahudi, maka Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar umatnya berpuasa pada sehari sebelumnya(9 Muharram). Sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafadz sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam kitab al-Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyyah dalam kitab al-Muntaqa:
       ''Selisihilah orang yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.'' Dalam riwayat sebuah hadits, Rosululloh bersabda: ''Jika aku masih hidup pd thn depan, sungguh aku akan melaksanakan puasa pd hari kesembilan.''(HSR Muslim 2/798; Ibnu Majah, Ahmad,Tabrani dll). Namun sebelum Nabi Muhammad menjumpai tahun depan sepeti keinginan beliau Rosulullah, beliau wafat dan ini menjadi sunah Taqririyyah(masih didiamkan/yang belum dilakukan). 


Senin, 27 Oktober 2014

TENTANG  HARGA DIRI

Kehormatan dan harga diri adalah sesuatu yang harus dijaga dan tak boleh mati
Kehormatan adalah kesetiaan dalam menjalankan kebenaran
Kebenaran yang akhirnya melahirkan martabat
Dan martabatlah yang membuat segala menjadi terhormat
Harga diri adalah wujud dari keinginan untuk tetap terhormat
Terhormat beda dengan gila hormat
Terhormat adalah sebuah tindakan untuk menjaga martabat dengan melakukan tindakan berdasarkan asas kebenaran dan tatanan
Gila hormat adalah orang yang senantiasa ingin dihormati padahal tidak melakukan hal yang bermartabat
Tidak melakukan tindakan yang benar
Yang tidak membuat dirinya terhormat
Tapi ingin diperlakukan layaknya orang terhormat
Terhormat adalah sikap yang diterima
Sebuah timbal balik
Dari tindakan menghargai orang lain dengan baik
Siapapun itu
Bukan karena jabatan dan kekuasaan dan kekayaan
Tetapi karena penghargaan sebagai sesama manusia
Harga diri adalah sikap yang muncul karena usahanya untuk menjaga kehormatannya
Ditandai dengan berusaha berdiri di kaki sendiri
Makan
Berjalan
Bekerja
Semua dikerjakan semampunya
Tidak tergantung dengan orang lain
Hingga harga diri yang kadang-kadang salah kaprah dengan kesombongan karena yang muncul adalah “aku”, keakuan
Dan bukan karena menjaga kehormatan
Karena saya yang ingin diakui
Karena ingin menunjukkan siapa saya
Niat dalam menjalankan kebenaran karena ketulusan dan bukan untuk sebuah pujian ataupun pamrih
Untuk dilihat
Untuk dielu-elukan
Sulitnya menjaga ketulusan
Karena si aku senantiasa merasuk sampai ke dalam sanubari untuk di”aku”i
Kesombongan adalah sikap yang muncul karena ketika dirinya terhormat
Dirinya berharga diri tinggi
Dan akhirnya merasa lebih dari yang lainnya
Tekanan kesombongan adalah perasaan “merasa”
Merasa itu artinya belum tentu seperti yang dirasakan
Kesombongan itu membawa kepada kehancuran
karena sikap merasa membuat tidak bisa melihat pada kebenaran yang hakiki
Hati hatilah
Karena kehormatan, harga diri, kesombongan adalah suatu rangkaian perilaku
Ketiganya adalah sebuah akibat dari perilaku
Tetapi jika melangkah dengan ketulusan
Tanpa pamrih
Rendah hati
Niat baik
Dan semua niat Ilahi taala
Insya Allah Tuhan merestui langkah kita
Dan kita tidak terjebak dalam kesombongan
Iksanlah
Maka martabatmu akan selalu terjaga

(Tuhan selalu melihat apa yang kita lakukan dimanapun dan kapanpun)


Kamis, 23 Oktober 2014

Introspeksi Diri atau Bermuhasabah




Hati adalah taman tempat merenung dari perjalanan panjang
Hati adalah taman tempat kita berdialog dengan suara yang jernih
Hati adalah taman tempat kita mendengar suara nurani
Hati taman tempat kita berteduh dan bernaung 
agar langkah berikutnya lebih tertuntun dengan hidayah Allah SWT
Maka, berteduh ditaman hati.
~ 'Aidh Al Qarni ~
        Tak terasa satu tahun akan segera berlalu, kini saatnya kita membuka tahun baru, tahun 1436 Hijriyah. Tentu kita berharap semoga di tahun ini kita akan menjadi lebih baik lagi, lebih produktif dalam beramal, lebih bersamangat dalam beribadah hingga kelak kita memang pantas menjadi penduduk Surga. 
Ingatlah sebuah pesan yang telah tersirat:  
"Jika hari ini sama dengan hari yang kemarin, maka kita adalah orang yang merugi. Jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka kita adalah orang yang celaka. Namun, jika hari ini kita lebih baik dari hari kemarin maka kitalah termasuk orang-orang yang mendapat keberuntungan."
        Mari kita jadikan hari demi hari, detik demi detik adalah langkah menuju kebaikan. Jangan sia-siakan hidup yang hanya sebentar dan sesaat saja ini. Kita takkan pernah tau kapan maut akan menjemput, kapan malaikat Izrail akan menyapa kita dan kapan kita akan berjumpa dengan Rabb kita. 
Introspeksi Diri
        Dengan memasuki  tahun baru Hijriah, kita akan memasuki 1 Muharram. Yang berarti kita akan meninggalkan tahun lalu, dan memasuki tahun baru , yakni tahun baru 1436 Hijriah. Penyambutan tahun baru ini tidak selayaknya seperti yang dilakukan orang-orang non Muslim saat merayakan tahun baru Masehi, tetapi merayakannya sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
       Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok atau lusa atau minggu depan atau bulan depan atau tahun depan, kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru Hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita sudah tidak ada?.
        Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya (HR Ahmad)
        Dalam menyambut tahun baru Hijriah, sangat penting bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat dan dosa atau maksiat yang telah kita kerjakan. Penilaian ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan amal atau dosa kita, tapi agar tahun mendatang lebih baik dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh serta mengurangi perbuatan dosa dan amal salah.

Kisah Tentang Sahabat Umar bin Khatab tentang Umur Manusia
        Adalah satu riwayat yang menceritakan tentang anak Umar bin Chatab, kembali pulang dari sekolahnya sambil menghitung tambalan-tambalan yang melekat di bajunya yang sudah usang dan jelek. Dengan rasa kasihan Umar sang Amirul Mukminin (Pemimpin Kaum Musliminn), sebagai ayahnya mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara, yang isinya minta agar beliau diberi pinjaman uang sebanyak 4 dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong.
      Kemudian bendaharawan itu mengirim surat balasan kepada Umar, yang isinya demikian : “Wahai Umar, apakah engkau telah dapat memastikan bahwa engkau masih hidup sampai bulan depan?. Bagaimana kalau engkau mati sebelum melunasi hutangmu? Membaca surat bendaharawan itu, maka seketika itu juga Umar tersungkur menangis, lalu beliau menasehati anakanya dan berkata : “Wahai anakku, berangkatlah ke sekolah dengan baju usangmu itu sebagaimana biasanya, karna akau tidak dapat memperhatikan umurku walaupun untuk satu jam” Sungguh, batasan umur manusia tidak ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah SWT semata.
       Oleh karena keterbatasan tersebut, dan karena rahasia Allah SWT semata, maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepada-Nya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih banyak lagi.
Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram
        Bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum Muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut.
        Dalam agama ini, bulan Muharram, merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوام
      “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
     Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari .

Mengapa Disebut Bulan Haram
       Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’larahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.
       Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
        Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan
          Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”
          Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.
Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah)
          Suri tauladan dan panutan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.
          Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.
         Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari, kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53), beliau rahimahullah mengatakan, “Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah ‘Allah’ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut ‘Baitullah’ (rumah Allah) atau ‘Alullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya, ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut.
        Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah.. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. Adapun melakukan puasa tathowwu’ (puasa sunnah) pada sebagian bulan, maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada hari Arofah dan 10 Dzulhijah. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun.”

Selamat Datang Tahun Baru Hijriah 1436 H
Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini


Senin, 20 Oktober 2014

Selamat Datang Pemimpin Baru



            Akhirnya semua lapisan masyarakat Indonesia harus mengakui tentang Presiden baru Indonesia ke 7 yaitu Ir. Jokowidodo berpasangan dengan Jusuf Kalla. Semua orang harus bersatu setelah sekian lama terpecah, terkotak-kotak antara pendukung Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.Sebagai rakyat biasa tentu saya berharap suasana kondusip, aman terus di Negara kita ini. Suhu politik yang memuncak sejak masa-masa kampanye dahulu perlahan dan pasti mulai menurun menjadi suhu yang sejuk. Jokowi akhirnya mau menemui para petinggi partai Pro Prabowo yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih. Akhirnya semuanya melepas ego masing-masing dan kembali fokus ke depan kepada Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia. Capres terpilih Joko Widodo (Jokowi) merangkul jajaran parlemen dengan cara menggelar pertemuan dengan Ketua DPR Setya Novanto, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD Irman Gusman di Hotel Hermitage, Menteng, Jakarta Selatan.Pertemuan tertutup tersebut direspon baik oleh berbagai pihak. Ketua MPR Zulkifli Hasan menjamin tidak akan ada yang mengganggu pelantikan presiden dan wakil presiden. Pertemuan antara Jokowi dengan para Pimpinan Senayan ditujukan untuk menghilangkan keraguan masyarakat soal hubungan antara pemerintah dan parlemen yang diprediksi akan tidak baik nantinya.
Demikian halnya Ketua DPR Setya Novanto juga memastikan bahwa persiapan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla terus dilakukan.  DPR/MPR terus berkoordinasi dengan berbagai pihak demi kelancaran acara tersebut. Politikus Partai Golkar ini juga menjadim tidak akan ada rencana pemakzulan atau penolakan pelantikan Jokowi-JK, karena segala persiapan telah dilakukan.
Ketua MPR Zulfikli Hasan, menyatakan bahwa agenda pelantikan Jokowi-JK sebagai Presoden dan Wakil Presiden harus sukses, karena momen ini akan menjadi wajah Indonesia dimata dunia internasional, pada khususnya dan dimata masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya.
Yang tidak kalah penting adalah pertemuan Jokowi dan Prabowo. Mantan rival di pilpres yang sempat bersetru sampai MK. Namun prabowo dengan kerendahan hati mau mengakui dan akhirnya berjanji akan datang untuk pelantikan Jokowi JK hari ini. Sungguh seorang ksatria bila Prabowo mau membuktikan kata-katanya hadir dan mengakui Jokowi-JK sebagai presiden terpilih. 
Jokowi-Prabowo mengingatkan kepada Pertemuan Presiden Sukarno dan Jenderal Soedirman.




Kisah pertemuan Prabowo dan Jokowi ini mengingatkan kita kepada  pertemuan Presiden Soekarno Jenderal Soedirman. Kedua pemimpin besar ini sempat berbeda pendapat saat menghadapi agresi militer Belanda 18 Desember 1948.

      Menit-menit saat negara genting akibat serangan Belanda, Panglima TNI Jenderal Soedirman menemui Presiden Soekarno . 
Soedirman meminta Soekarno ikut gerilya, sementara Soekarno bersikeras tetap tinggal untuk selanjutnya berjuang melalui jalan diplomasi. Soedirman berpendapat Belanda sudah ingkar janji, tak ada gunanya diplomasi. 
Sementara Soekarno yakin hanya dengan jalan diplomasi Indonesia bisa mendapat dukungan internasional guna menekan Belanda.
Pimpinan sipil dan militer bertolak belakang. 
Soekarno-Hatta segera ditangkap oleh pasukan baret hijau Belanda sementara Soedirman memimpin perlawanan dari atas tandu, karena sakit paru-paru.
Jenderal Soedirman kecewa dengan keputusan Soekarno-Hatta yang memilih menyerah daripada ikut gerilya. Dengan tabah TNI melakukan perang gerilya melawan Belanda.
Soedirman pun tak percaya dengan perundingan Roem-Roijen yang ditandatangani 7 Mei 1949 oleh delegasi Republik Indonesia dan Belanda.
Dia tersinggung saat Mohammad Roem sebagai ketua delegasi Republik, tak lagi menyebut TNI melainkan hanya 'kesatuan bersenjata atau pengikut Republik yang bersenjata'.Soedirman marah. Buat apa TNI terus bergerilya membuktikan Republik Indonesia dan TNI masih ada, kalau dengan mudah pemerintah tak mengakui mereka? Bukankah Serangan Umum 1 Maret 1949 telah membuktikan kepada dunia bahwa TNI masih ada dan terorganisir, bukan hanya perampok bersenjata seperti tuduhan Belanda?
Menyebut pengikut bersenjata berarti mendukung propaganda Belanda yang menyebut TNI sudah hancur dan tinggal menyisakan gerombolan bersenjata yang sudah tak teratur.
TNI merasa dikorbankan untuk kepentingan politik. Mereka yakin ini hanya akal-akalan Belanda. Apalagi hasil perundingan Roem-Roijen menyebutkan TNI harus menghentikan aktivitas gerilya.
TNI merasa posisi Belanda sudah terjepit. Keputusan ini jelas merugikan TNI. Sudah menjadi kebiasaan Belanda minta berunding jika sudah terdesak. Lalu jika sudah menyusun kekuatan mereka akan menyerang kembali.
Bukankah sudah dua kali Belanda melanggar perjanjian Linggarjati dan Renville? TNI tak mau dibodohi untuk ketiga kalinya.
Pertentangan Soekarno dan Soedirman makin tajam. 
          Soekarno sampai menulis surat pribadi dengan nada penuh hormat pada Jenderal Soedirman. Menyebut Soedirman dengan panggilan yang mulia dan meminta Soedirman turun dari hutan dan kembali ke Yogya. Surat itu kemudian diantarkan oleh Overste Soeharto.Walau berat hati Soedirman akhirnya kembali ke Yogyakarta. Pimpinan militer harus tunduk pada keputusan presidennya. Dia memenuhi panggilan Presiden Soekarno tanggal 10 Juli 1949.
Pertentangan terjadi, apakah langsung memeriksa barisan kehormatan, atau ke istana menemui Presiden Soekarno dan Wapres Mohammad Hatta yang sudah dibebaskan Belanda.
         Kolonel TB Simatupang yang punya ide meminta Soedirman lebih dulu mampir ke istana. Momen ini penting artinya, pertemuan keduanya seakan menghapus perbedaan pendapat antara pemimpin sipil dan militer. Jika tak menemui Soekarno, tentu rakyat akan bertanya-tanya.
Soedirman cukup lama terdiam. Lalu akhirnya mengangguk setuju.
"Saya segera lari ke istana memberi tahu bahwa sore hari nanti Pak Dirman ingin menghadap Presiden dan Wakil Presiden," kenang Simatupang.
Pertemuan itu sangat mengharukan. Di depan istana Presiden Yogyakarta, Soekarno merangkul Soedirman yang bermantel lusuh. Soekarno sempat mengulangi pelukannya karena saat pelukan pertama tidak ada yang memotret momen itu. Mata keduanya berkaca-kaca haru.
Inilah pertemuan pertama mereka sejak terakhir bertemu 19 Desember 1949 lalu.  Setelah melapor, Soekarno-Hatta menanyakan kabar Soedirman. Percakapan berlangsung dengan hangat.Baru setelah itu Soedirman memeriksa barisan kehormatan TNI yang sudah menunggunya. Pasukan TNI dengan seragam dan senjata seadanya berbaris rapi di depan panglima mereka.
Kali ini giliran mereka yang menangis haru melihat Soedirman dengan mantel lusuhnya.
Pelukan Bung Karno dan sikap legowo Pak Dirman mengakhiri pertentangan sipil dan militer
          Semoga dengan Pelantikan Presiden Hari ini tanggal 20 Oktober 2014 dapat membangun bangsa kea rah yang lebih baik. Saya berharap Bapak Jokowi-JK dapat menjaga NKRI ini sampai kapanpun. Selamat bertugas Bapak Jokowi –JK.



Sabtu, 18 Oktober 2014

PILIHANKU

Aku pernah memikirkan,
bahwa setiap manusia pasti ingin punya KEKASIH & TEMAN SEJATI...
Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka.
Kebersamaan yang tak terpisahkan.
Namun sekarang aku memilih AMAL SHALEH sebagai kekasihku.
Karena ternyata hanya amal shaleh yang terus mau menemaniku,
sekalipun aku masuk ke dalam kuburku….
Aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, manusia yang kaya sekali,
manusia yang berhasil dalam karir hidup dan hebat dunianya.
Sekarang aku memilih mengganti kriteria kekagumanku,
aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah.
Manusia yang sanggup taat dan bertaqwa kepada Allah,
sekalipun kadang penampilannya begitu bersahaja……
Dulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan,
ketika orang lain berlaku zhalim kepadaku atau menggunjingku,
menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.
Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih,
karena ku yakin ada transfer pahala dari mereka..
ketika aku mampu memaafkan dan bersabar….
 Aku dulu memilih, MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisaku..
ternyata aku sadari kebutuhanku hanya makan dan minum untuk hari ini
dan bagaimana cara membuangnya dari perutku.
Sekarang aku memilih BERSYUKUR dg apa yg ada…
 dan memilih bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan penuh makna…
dan bermanfaat untuk sesama.
Aku dulu berfikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orangtuaku,
saudara dan teman-temanku nanti kalau aku berhasil dengan duniaku…
ternyata yang membuat kebanyakan mereka bahagia bukan itu..
melainkan karena sikap, tingkah dan sapaku….
Aku memilih membuat mereka bahagia sekarang dengan apa yang ada padaku...
 Dulu aku memilih untuk membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku,
ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.
Tak ada yang bisa menjamin aku besok bertemu matahari.
Tak ada yang bisa memberikan garansi aku masih bisa menghirup nafas keesokan hari.
Sekarang aku memilih memasukan dalam rencana-rencana besarku,
yang paling utama adalah agar aku selalu SIAP menghadap kepada-Nya…
Ya Allah berilah selalu petunjuk ketika aku MEMILIH…
Ya Allah berkahillah dan luruskanlah selalu langkah-langkahku…..
 Allohumma laa sahlan illa maa ja'altahu sahlan wa anta taj' alul hazna adza syi'ta sahlan..
Robbana atinaa fiddunya khasanah wafil akhirati khasanah wakina adza bannar.. amiin


Hari Kemarin, Sekarang dan  Esok Hari

Hari Kemarin, Sekarang dan  Esok Hari…
Menatap hari dengan penuh semangat..
Merangkai asa yang sempat merayap..
Membangun percayadiri yang semakin berdikari..
Merajut cita menjadi untuk Yang Maha Cinta..
Hidup penuh arti, maka jangan disia-siakan hanya karena sesuatu yang pernah tersakiti..
Hari kemarin adalah sejarah, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah suatu impian..
Jadikan hari kemarin hanya sejarah yang dapat diambil hikmahnya, tanpa membawa ke hari ini atupun hari esok..
Jadikan hari esok menjadi hari yang penuh dengan harapan besar untuk menjadi yang lebih baik..
Dan jadikan hari ini menjadi hari terbaik untuk diukir, karena boleh jadi hari esok tak jumpa lagi..
Pemimpin besar adalah mereka yang memiliki cita-cita/mimpi yang besar..
Untuk mencapai sesuatu yang besar, pastinya membutuhkan usaha yang besar..
Bukankah dalam ilmu fisika, usaha sebanding dengan perkalian dot gaya dan perpindahan?
Artinya semakin besar kita memberikan gaya pada diri untuk bergerak dengan perpindahan yang besar tanpa kembali ke posisi awal, maka usaha yang dihasilkan pun akan besar..
Melihat  kedepan,, dan jadikan kisah-kisah kemarin sebagai pelajaran dalam menghadapi tantangan hidup selanjutnya..
Semangat menjadi pribadi yang lebih baik….
Penentu masa depan adalah diri sendiri..
Jadikan setiap kisah lalu menjadi untaian hikmah, kisah hari ini menjadi ukiran terindah dan hari esok menjadi catatan harapan baru yang unik yang akan kita miliki…
     Semoga pergantian pemimpin baru di Republik ini menjadi awal yang baik menjadi bangsa yang maju ke depannya.